Hukum & Kriminal

Rumah Mantan Dewan Disatroni Maling, Duit Rp 50 Juta Digasak


BANYUANYAR – Nahas menimpa Abdul Kholiq (50), warga Desa Pendil, Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Mantan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo itu disatroni maling, Senin (28/12). Tidak sampai ada korban jiwa dalam kejadian ini. Tetapi, uang senilai Rp 50 juta berhasil dibawa kabur pelaku.

Berdasar informasi yang dihimpun Koran Pantura, aksi pencurian itu terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari. Dua orang tak dikenal mengenakan pakaian serba tertutup, masuk dari arah belakang rumah.

Kedua maling itu melangkah masuk menghindari CCTV yang dipasang di beberapa sudut rumah. Satu maling membawa bambu panjang dengan ujung dibalut handuk basah. Dengan itu pelaku menutup CCTV.

Sedangkan satu maling lainnya membawa celurit untuk menodong sejumlah warga yang tidur di gazebo samping rumah Kholiq. Kemudian, seorang maling langsung masuk ke rumah korban melalui tangga bambu menuju lantai dua.

Kebetulan jendela kamar lantai dua itu masih terbuka. Pelaku yang terlihat membawa tas ransel itu masuk, kemudian diketahui oleh salah satu putri korban, yaitu Putri (24). Dari kamar itu si maling segera menuju kamar bawah tempat Kholiq tidur.

“Maling itu langsung buka tas yang berisi uang di kamar saya. Saya sadar sekali kalau ada maling. Karena belum tidur. Uang itu dipindah dari tas saya ke tas ransel milik si maling,” ungkap Kholiq saat ditemui di rumahnya kemarin.

Ketika si maling berada dalam rumah, puluhan warga sekitar telah ramai di luar. Maling itu pun segera melarikan diri dengan membuka pintu belakang rumah dari dalam. “Saya nggak berani melawan, karena mereka bawa celurit. Saya khawatir keluarga saya jadi korban sampai terluka,” papar pria yang juga menjabat Ketua DPD PAN Kabupaten Probolinggo itu.

Dari 6 CCTV yang ada di sekitar rumahnya, 3 diantaranya sudah ditutup handuk basah oleh pelaku. Sehingga rekamannya tak bisa terlihat sepenuhnya. Dalam kejadian ini, uang senilai Rp 50 juta ludes digondol maling. “Rencananya uang itu mau dibuat bayar upah karyawan,” kata Kholiq.

Kanit Reskrim Polsek Banyuanyar Aipda Andri Okta menyatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi. Hasil rekaman CCTV tidak optimal karena ditutupi kain basah oleh pelaku.

“Kami masih mendalami kasus itu. Selanjutnya kami mencari bukti lain yang menguatkan pada pelaku. Kemungkinan tersangka sebanyak dua orang,” jelas Andri Okta. (yek/iwy)


Bagikan Artikel