Hukum & Kriminal

Berkerumun, Dibubarkan


PROBOLINGGO – Momen pergantian tahun 2020 ke 2021 masih dibalut suasana pandemi Covid-19. Acara-acara menyambut datangnya tahun baru tidak bisa digelar. Segala kegiatan yang mengundang keramaian dan kerumuman di momen pergantian tahun bakal dibubarkan aparat.

Kebijakan ini menindaklanjuti Maklumat Kapolri tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanaan libur Natal dan tahun baru. Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan menegaskan, anggotanya tak segan untuk membubarkan paksa setiap kegiatan yang menimbulkan kerumunan terhitung, sejak 23 Desember 2020.

Menurutnya, hal ini sesuai Maklumat Kapolri nomor Mak/4/XII/2020 itu. Disebutkan bahwa setiap kegiatan seperti pesta/perayaan malam pergantian tahun, arak-arakan, pawai, dan karnaval, serta pesta perayaan kembang api ditempat umum, secara resmi dilarang dan akan ditindak dengan tegas sesuai aturan perundang-undangan apabila dilanggar.

“Apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat itu, saya tegaskan kepada setiap anggota saya wajib untuk melakukan tindakan yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” kata Kapolres, Minggu (27/12).

Dijelaskannya bahwa bahwa larangan tersebut ditetapkan sebagai bentuk pertimbangan terhadap kondisi penanganan penyebaran Covid-19 yang secara nasional belum sepenuhnya terkendali. Bahkan sebaran virus corona masih berpotensi berkembang luas dalam masyarakat.

“Dengan pertimbangan jumlah kasus positif yang menembus angka dua ribu kasus di Kabupaten Probolinggo, ditambah rendahnya tingkat kepatuhan warga terhadap prokes, sehingga maklumat tentang pelarangan setiap kegiatan yang menimbulkan kerumunan ini wajib kami tegakkan,” jelasnya.

Disebutnya pula bahwa untuk melaksanakan maklumat tersebut tak kurang dari 600 anggotanya akan melaksanakan patroli dan penjagaan di setiap tempat strategis. Petugas akan menghalau ataupun membubarkan setiap potensi kerumunan yang ada. “Kalau masih ada yang nekat menggelar kegiatan seperti yang disebut dalam maklumat itu, sekali lagi kami tegaskan akan menindaknya sesuai aturan yang berlaku,” tegas Kapolres.

Sementara, Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari menyampaikan dukungannya terhadap langkah yang akan diambil Kapolres Probolinggo itu. Menurutnya, Pemkab Probolinggo sepenuhnya mendukung setiap langkah pencegahan yang diambil oleh pihak kepolisian dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Jangan lupa bahwa instruksi Bupati Probolinggo nomor 440/662/426.102/2020 tentang Pencegahan Covid-19 di Kabupaten Probolinggo belum saya cabut dan masih berlaku hingga saat ini,” ujar Bupati Tantri, kemarin.

Dengan demikian disebutnya bahwa setiap kegiatan yang menimbulkan kerumunan seperti hajatan, hiburan, pengajian, arisan, reuni dan lain-lain yang didalamnya termasuk kegiatan malam tahun baru resmi dilarang.

“Adanya instruksi dan maklumat tersebut kiranya dapat menjadi ikhtiar kita bersama agar tetap bersemangat bersama-sama dalam penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Probolinggo. Bersama kita bisa,” ujar Bupati Tantri. (tm/iwy)


Bagikan Artikel