Hukum & Kriminal

Bleyer Motor, Ditegur Satpam, Lempar Bondet


PROBOLINGGO – Pelaku pelemparan bondet (mercon besar) ke pos satpam Pengadilan Negeri (PN) Kota Probolinggo dua pekan lalu, berhasil ditangkap Polres Probolinggo Kota. Ada dua pelaku yang telah diamankan di tempat dan waktu berbeda.

Dua orang itu adalah Rafid Ghandi (27) warga Dusun Kalicangka, Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, dan Abdul Rosi (22) warga Jalan Ikan Banyar, Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Kasus itu Selasa (22/12) pukul 14.00 dirilis. Dalam kasus tersebut, Rafid berperan sebagai pelempar bondet. Sedangkan Rosi sebagai pengemudi sepeda motor. Adapun barang bukti yang diamankan berupa 1 unit sepeda motor matik N-Max bernopol N 6703 QC dan 6 butir bondet yang belum diledakkan.

Kepada Kapolresta AKBP Raden Muhammad Jauhari, tersangka Rafid Ghandi berterus terang menyimpan 8 bondet di rumahnya. Dua di antaranya dilempar ke PN pada Selasa 8 Desember lalu. Pelemparan dilakukan karena mereka sakit hati setelah ditegur petugas keamanan (satpam) PN. Diteguran diberikan oleh satpam karena mereka bleyer-bleyer gas sepeda motornya.

Rafid mengaku bondet yang dilemparnya dan mengenai dinding pos satpam itu buatannya sendiri. Ia membikin bahan peledak jenis bondet untuk melindungi diri saat keluar rumah. “Bikin 8 biji. Untuk jaga diri. Yang dilempar ke PN 2 biji. Enam biji saya simpan di rumah,” katanya.

Karena perbuatannya ini, tersangka dijerat pasal 1 ayat 1 UU Darurat 12 / 1951. Ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara.

Kapolresta AKBP RM Jauhari menyatakan, pelaku berhasil ditangkap berdasarkan keterangan sejumlah saksi. “Dari ciri-ciri orangnya dan sepeda motor yang dikendarai pelaku,” sebutnya. Selain itu, polisi juga mempelajari rekaman CCTV di PN.

Tersangka ditangkap tanpa perlawanan saat bersama teman-temannya. Mereka mengaku hanya melakukan aksi pelemparan bondet ini sekali saja. “Ngakunya satu kali. Ada tidaknya kasus pelemparan di tempat lain, masih kami selidiki dan dalami,” ujarnya.

Dijelaskan, dua tersangka melakukan pelemparan ke pos penjagaan PN Kota Probolinggo pada Senin (7/12) pukul 11.45. Satpam mendengar dan melihat dua sepeda motor menggeber knalpotnya melintas di depan PN, hingga suaranya mengganggu dan memekakkan telinga.

Satpam kemudian memanggil mereka. Satpam menegur mereka agar tidak mengeraskan bunyi knalpotnya. “Ternyata pelaku tersinggung dan langsung melempar petugas dengan batu. Tapi tidak kena,” jelas Kapolresta.

Lantaran sakit hatinya belum terbalaskan, kedua pelaku kemudian balik lagi keesokan harinya. Selasa (8/12) sekitar pukul 03.00 pagi, Rosi yang membonceng Rafid kembali ke PN. Mereka kemudian melemparkan dua bondet ke pos satpam, namun yang meledak hanya satu biji. Aksi tersebut dilihat satpam yang sehari sebelumnya menegur dan dilempar batu oleh pelaku.

Satu bondet yang tidak meledak tersebut diamankan petugas polresta. RM Jauhari mengatakan, tidak ada korban dalam aksi itu. Bondet mengenai dinding pos jaga yang tengah kosong karena ditinggal persiapan shalat subuh oleh petugas. “Enggak ada korban. Bondet mengenai dinding dan meledak. Yang satu tidak meledak,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel