Hukum & Kriminal

Terdakwa Kasus Ijazah Palsu Minta Tersangkakan Dua Nama


KRAKSAAN – Sidang kasus penyedia ijazah Paket C palsu dengan terdakwa Markus, Selasa (22/12) memasuki agenda pledoi atau nota pembelaan. Nah, dalam pembelaannya ini, terdakwa tidak hanya minta keringanan hukuman, tetapi juga minta agar Jon Junaedi dan Saiful Bahri ditetapkan sebagai tersangka pada kasus yang sama.

Pengacara terdakwa Markus, Husnan Taufiq, mengatakan bahwa pihaknya meminta pada majlis hakim untuk memberikan keringanan hukum pada kliennya. Sebab, terdakwa merupakan korban dari ulah pihak lain yang kini masih bebas berkeliaran.

Selanjutnya, Husnan menyatakan, pihaknya meminta pada majelis hakim agar segera memerintah penyidik menetapkan tersangka pada Jon Junaidi dan Saiful Bahri. Sebab, mereka merupakan otak kasus ijazah Paket C palsu yang digunakan mantan anggota DPRD Abdul Kadir dalam Pemilu Legislatif 2019.

“Kami meminta kepada majelis hakim, untuk memerintahkan kepada penyidik untuk mentersangkakan Jon Junaedi, dan Saiful Bahri.” ujarnya.

Menurutnya, Jon Junaedi dan Saiful Bahri memang pantas untuk dijadikan tersangka.  Semua itu sesuai dengan keterangan saksi beserta fakta persidangan milik Abdul Kadir.

“Karena semuanya sudah jelas. Mau dilihat dari sisi mana lagi ayo? Dari keterangan saksi-saksi pada persidangan klien kami dan fakta persidangan menyebutkan Jon Junaedi adalah aktor intelektual dari kasus ini, dan Saiful Bahri adalah pembuat dari ijazah tersebut,” tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada majelis hakim untuk kembali mengkaji ulang tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya, terdakwa Markus dituntut hukuman 1 tahun 2 bulan kurungan penjara dan denda Rp 50 juta.

“Karena hal itu masih sangat berat bagi klien kami. Karena klien kami hanya sebagai perantara, dan kami berharap kepada majelis hakim untuk memberikan putusan serigan-ringannya kepada klien kami.” pungkasnya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel