Hukum & Kriminal

Terdakwa Penyedia Ijazah Palsu Dituntut 14 Bulan Penjara


KRAKSAAN – Sidang Markus, terdakwa penyedia ijazah Paket C palsu Abdul Kadir, Selasa (15/12) sudah sampai pada agenda pembacaan tuntutan. Dalam sidang tersebut, Markus dituntut hukuman 14 bulan kurungan penjara.

Sidang itu kemarin digelar Pengadilan Negeri Kraksaan secara daring atau video conference. Sidang dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan Gatot. Sidang dibuka dengan ketokan palu, lalu dilanjutkan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Humas PN Kraksaan Yudistira menyampaikan, dalam sidang itu terdakwa Markus dituntut 1 tahun 2 bulan kurungan penjara, dengan denda Rp 50 juta dan subsider 2 bulan. Pasal 67 UU Sistem Pendidikan Nasional (sisdiknas). “Dakwaannya bersifat alternatif, kesatu atau kedua. Kesatu UU Sisdiknas, yang kedua KUHP,” ungkap Yudistira saat dikonfirmasi usai sidang.

Tuntutan terhadap Markus lebih ringan dibanding Abdul Kadir, eks anggota DPRD sebagai pengguna ijazal paket C palsu. Menurut JPU melalui Humas Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo Daniar, posisi Markus disebut berada di tengah-tengah. “Antara pembuat dan pengguna. Sehingga nantinya, dua posisi itu yang perlu dieksplor lebih, pembuat dan pengguna,” jelas Daniar.

Selain itu, imbuh Daniar, ada dua hal yang menguatkan atas tuntutan jaksa tersebut. Pertama hal memberatkan, yaitu perbuatan terdakwa merusak sistem pendidikan nasional, dan perbuatannya meresahkan.

Kemudian hal yang meringankan, yaitu terdakwa kooperatif, mengakui kesalahannya, menyesali perbuatannya dan tidak pernah berurusan dengan hukum. “Kedua poin itu yang menjadi pertimbangan jaksa. Sehingga tuntutan Markus lebih ringan ketimbang Abdul Kadir,” paparnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Markus, Husnan Taufiq kemarin tidak banyak berargumen. Ia akan menanggapi tuntutan jaksa pada sidang pledoi minggu depan. “Akan lebih sempurna kami tanggapi tuntutan itu pada sidang berikutnya,” singkat Husnan.

Sekedar informasi, sidang terdakwa Markus itu merupakan buntut dari rentetan kasus ijazah paket C palsu yang digunakan Abdul Kadir, eks Anggota DPRD setempat. Abdul Kadir telah lebih dulu menghadap hukum dan menjalani hari-harinya dari balik jeruji besi tahun lalu. (yek/iwy)


Bagikan Artikel