Hukum & Kriminal

Pelajar SMP Diperkosa Kakak Ipar


GADING – AP, pria 40 tahun asal Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo kini harus menjalani hari-harinya dari balik jeruji besi. Dia dijebloskan penjara lantaran tega memperkosa adik iparnya, yaitu MH (12), yang masih duduk di bangku SMP, Rabu (11/11) lalu.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso menjelaskan, tersangka AP saat ini sudah diamankan di mapolres. Tersangka ditangkap pada Rabu (2/12) lalu di rumahnya tanpa perlawanan. Menurutnya, berdasar hasil penyelidikan, alat bukti mengarah pada tersangka MH. 

Alat bukti berupa hasil visum dan berdasar keterangan korban maupun para saksi mengarahkan tersangka pada AP. Atas dasar itu polisi melakukan penangkapan. “Kami melibatkan tim dari polsek setempat dalam penangkapan itu,” kata AKP Rizki, Rabu (9/12).

AKP Rizki kemudian merinci kronologi kasus ini. Mulanya, pada 11 November lalu setelah sholat isyak, korban tengah berada di rumahnya. Lantas tersangka memanggil korban dan mengajak ke rumahnya. Rumah tersangka berdempetan dengan rumah korban.

Lalu di rumah itu, kata AKP Rizki, korban disuguhi sejumlah makanan dan diberi uang jajan. Syaratnya, korban harus mau melayani nafsu birahi tersangka. Kejadian tersebut diketahui orang tua korban. Sehingga tersangka pun dilaporkan ke pihak kepolisian.

AKP Rizki memastikan, tindakan AP yang kepergok orang tua korban itu merupakan yang kesekian kalinya. Namun, AKP Rizki tak memastikan berapa kali aksi tak senonoh kakak ipar korban itu terulang.  

“Korban disetubuhi berkali-kali. Berapa kalinya kami belum pasti. Akan kami dalami lagi. Kejadian terakhir kali dilakukan di rumah tersangka,” ungkap perwira asal Kota Pahlawan Surabaya itu.

Atas perbuatan itu, tersangka dijerat pasal 76 D jo 81 UU RI no 35 tahun 2014 sebagaimana telah diubah dengan UU 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Tersangka masih ada hubungan keluarga dan korban masih di bawah umur. Sehingga tersangka terancam kurungan penjaran selama 15 tahun,” tegasnya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel