Hukum & Kriminal

Perempuan Dianiaya, Lapor Polisi

PROBOLINGGO – Empat warga Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Rabu (9/1) siang dilaporkan ke Polres Probolinggo Kota. Mereka dilaporkan telah menganiaya Novi Anggraeni (30), warga Jalan KH Hasan Genggong, Gg Sukun, Kelurahan Kedungasem.

Hal itu terungkap saat kemarin Novi Anggraeni melaporkan kasus tersebut ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polres Probolinggo Kota. Karena penganiayaan tersebut, perempuan beranak dua itu mengalami luka lebam di wajah, pinggul, dan telinga. Cakaran di telinga juga membuat anting milik Novi lepas dan hilang. Dan setelah menganiaya Novi, empat pelaku yang mengendarai dua motor, langsung kabur. 

Saat melapor kemarin, Novi didampingi suaminya, Herman (32).  Menurut Herman, empat orang yang menganiaya istrinya adalah tiga perempuan, yaitu Su, Bb, dan I, serta seorang lelaki yakni Gh. Mereka adalah tetangga jauh korban. “Gh dan I itu suami istri. Kalau dua perempuan yang lain, kami tidak tahu. Mungkin masih saudaranya,” ujar Herman ke petugas SPKT.  

Dalam kejadian yang berlangsung sekitar pukul 07.00 kemarin itu para pelaku mendadak mendatang Novi di rumahnya. Novi sendiri mengaku tidak tahu mengapa tiga perempuan tersebut tiba-tiba menyerangnya. Mereka memukul, menendang dan mencakar Novi.

Padahal, Novi merasa tidak pernah bermasalah dengan mereka. “Enggak, saya nggak pernah punya masalah dengan mereka,” aku Novi.

Namun, akhirnya Novi membuka diri kalau dirinya pernah ditelepon oleh I, istri Gh. I memberitahukan kalau suaminya suka pada Novi. Masih dalam pecakapan via telepon seluler,  Novi mengatakan kalau dirinya tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Gh. Bahkan, tidak pernah menelpon ataupun WA.

“Kalau sama I, saya berhubungan bisnis jual beli online,” aku Novi. Tetapi Novi bahkan mengaku tidak memiliki handphone (HP). Aktivitas bisnis jual-beli online dia jalankan menggunakan ponsel milik suaminya.

Novi yang baru seminggu lalu melahirkan anak keduanya, tidak melawan saat diserang mendadak. Sebab, tubuhnya masih lemah. Bahkan saat datang ke mapolresta kemarin, Novi harus dipapah suaminya. Dan usai melapor di SPKT, Novi kemudian dibawa petugas ke RSUD dr Moh. Saleh untuk divisum.

Sementara itu, Winda, tetangga korban yang ikut mengantar Novi ke mapolresta kemarin mengaku tidak tahu motif penyerangan itu. Pagi itu ia mendengar ramai-ramai dari rumah Novi. Ternyata Winda melihat tiga perempuan menyerang Novi. “Yang laki-laki tidak ikut memukul,” tandasnya.

Winda bersama ibunya berusaha mencegah penyerangan itu. Tetapi, tidak berhasil. Setelah puas menghajar Novi, empat orang itu kemudian pergi.  Menurut Winda, pagi itu Novi tengah membersihkan peralatan dapur. “Pas nyuci piring, mbak Novi diserang oleh tiga perempuan. Tidak melawan. Kan mbak Novi habis melahirkan seminggu yang lalu,” katanya. 

Sementara itu, petugas SPKT Aiptu Susanto  mengatakan, sebelumnya korban lebih dulu melapor ke Polsek Wonoasih. Namun karena di Polsek Wonoasih tidak ada Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak), korban diantar petugas polsek ke polresta. “Sudah kami terima laporannya. Sekarang sudah ditangani Unit PPA,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan