Hukum & Kriminal

Sepekan, Delapan Motor Raib


KRAKSAAN – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) semakin menjadi-jadi di wilayah Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Dalam waktu sepekan, sebanyak 8 unit sepeda motor milik warga, hilang digondol maling.

Kasus curanmor paling anyar terjadi di Alun-alun kota Kraksaan, Minggu (15/11) pagi. Sebuah motor merk Honda Scoopy nopol N 6388 MH milik seorang warga Kraksaan hilang dimaling ketika diparkir di sekitar alun-alun Kraksaan.

“Sebelumnya sudah ada 7 kejadian curanmor di wilayah Kraksaan dalam waktu seminggu terakhir,” ujar Kapolsek Kraksaan Kompol Sujianto, Minggu (15/11).

Menurutnya, semua kejadian itu terjadi di Sumberlele Park di Desa Sumberlele dan di sekitar alun-alun. Maraknya curanmor di wilayah hukumnya ini sedikit banyak terjadi karena minimnya pengawasan di sekitar dua fasilitas publik tersebut. Di lokasi dimaksud, tidak tersedia petugas parkir maupun area parkir khusus kendaraan pengunjung. Juga tidak terdapat kamera pengawas.

“Kami akan mengkoordinasikan hal ini dengan pengelola kedua fasilitas umum tersebut. Karena kasus curanmor tertinggi ada di SL Park dan Alun-alun Kota Kraksaan,” ungkapnya, Minggu (15/11) kemarin.

Pihaknya sendiri akan lebih meningkatkan lagi patroli lapangan di sekitar area rawan curanmor. Tujuannya untuk meminimalkan potensi terjadinya tindak pidana jalanan tersebut. “Karena personel kami terbatas, kami akan melakukan koordinasi dengan pimpinan, khususnya Sat Reskrim Polres Probolinggo untuk melakukan tindakan pencegahan maupun pengungkapan kasus curanmor,” terang Kompol Sujianto.

Di sisi lain, mantan Kasat Sabhara Polres Probolinggo ini mengatakan, pihaknya telah melakukan penindakan terhadap sejumlah bengkel yang terdapat kendaraan tanpa dilengkapi surat-surat yang lengkap.

“Bengkel-bengkel balap liar ini kami deteksi mengerjakan kendaraan bermotor untuk kepentingan balap liar. Nomor rangka dan nomor mesin kendaraan yang dikerjakan seluruhnya telah dihapus. Kami menduga motor-motor tersebut adalah bagian dari hasil curanmor karena tak dilengkapi surat-surat kendaraan,” bebernya.

Langkah tersebut diharapkan dapat memutus mata rantai penjualan kendaraan hasil pencurian. Atau, paling tidak membatasi ruang gerak dari para pelaku curanmor untuk menjual kendaraan hasil curiannya.

“Mohon bersabar. Kami masih terus berupaya untuk mengungkap dan menangkap para pelaku kasus curanmor yang meresahkan warga Kraksaan ini. Mohon bantuannya juga terhadap setiap informasi terkait para pelaku ini, akan sangat berguna bagi kami,” kata Kompol Sujianto.

Sudah Amankan Lima Pelaku Ranmor

Aksi Curanmor yang terjadi di wilayah Kraksaan, ternyata sudah mencapai angka 17 kasus. Yakni sepanjang Januari hingga pertengahan November. Kapolsek Kraksaan Kompol Sujianto mengatakan, 17 kasus itu seluruhnya terjadi hanya di dua lokasi. Yakni di Sumberlele Park di Desa Sumberlele dan di alun-alun Kota Kraksaan.

“Ada di 2 TKP (Tempat Kejadian Perkara, red). Rinciannya, 10 kejadian curanmor di SL Park dan 7 kejadian di Alun-alun Kraksaan,” katanya, Minggu (15/11).

Dari sekian banyak kasus tersebut, pihaknya tidak hanya tinggal diam dan membiarkan para pelaku bebas berkeliaran. Hingga saat ini pihaknya sudah mengamankan 5 pelaku. Tidak satupun dari mereka yang berasal dari Kraksaan.

“Semua pelaku yang kami amankan dari luar Kecamatan Kraksaan. Tiga orang pelaku dari Kecamatan Paiton dan dua orang dari Kecamatan Gading. Selain itu, kami masih melacak dan memburu terduga pelaku lainnya,” ungkap Kompol Sujianto.

Ia mengatakan, seringnya terjadi pencurian di 2 TKP langganan tersebut menurut tidak terlepas dari kurangnya keamanan dan tidak lengkapnya fasilitas. Mengingat 2 TKP tersebut merupakan tempat keramaian yang memang diminati masyarakat untuk berlibur.

“Mungkin pemerintah (Pemkab Probolinggo) sudah waktunya melengkapi sarana prasarana seperti CCTV, lampu penerangan, dan tempat parkir di tempat keramaian tersebut. Karena di dua lokasi itu, keamanannya kurang memadai,” ujar mantan Kasat Sabhara Polres Probolinggo ini.

Satu Korban Warga Besuk

Belum sepekan, aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi di alun-alun Kota Kraksaan pada Sabtu (14/11) malam. Kali ini, adalah Abdul Khoir (22) warga Desa Randu Jalak, Kecamatan Besuk yang motornya raib saat diparkir.

Kronologinya, Khoir datang ke Taman Kota sekitar pukul 22.00. Korban datang seorang diri, dan memarkir kendaraan sepeda motor jenis Scoopy dengan nopol N-6388-MH, di pojok barat dekat toilet umum.

Lantas, ia kemudian mesuk ke Taman Kota untuk menemui temannya yang sudah janjian sebelumnya. Dirasa cukup bercakap di taman itu, Khoir pun beranjak pulang sekitar pukul 00.00.

Sayang, ia pun tak menemukan lagi kendaraannya di tempat parkir semula. Ia sempat menanyakan kendaraan pada pengunjung yang berada di sekitar lokasi. Namun, tak satupun yang mengetahui.

“Parkirnya di utara toilet sebelah barat paling pojok sendiri. Sudah dikunci stir kok, setelah mau pulang sepeda motornyanya sudah tidak ada lagi,” kata Abul Khoir, Minggu (15/11).

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Kraksaan, Kompol Sujianto mengatakan, dalam waktu dekat ini diminta masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaannya jika berkunjung di dua tempat kejadian perkara (TKP) yang memang sering jadi langganan para pelaku.

“Di Taman Sumberlele Park dan di Alun-alun Kota Kraksaan karena dua tempat ini memang jadi langganan, karena itu jangan sampai meninggalkan kendaraan terlalu jauh dari pengawasan. Dugaan kami, pelaku masih pemain lama,” ungkap Kapolsek.

Gerebek Penadah Berkedok Bengkel

Jajaran Polsek Kraksaan dan petugas Satpol PP setempat menggerebek dua bengkel yang ada di wilayah Kraksaan, Sabtu (14/11) malam. Dua bengkel modifikasi motor itu diduga menjaditempat ‘jagal’ motor hasil curian.

Dua bengkel modifikasi motor itu adalah milik Faris dan Hadi yang sama-sama berada di Kelurahan Kraksaan Wetan. Dari bengkel Faris, petugas menyita 1 unit sepeda motor bodong berplat palsu dan 1 unit rangka motor tanpa nomor rangka.

“Petugas juga mengamankan 4 unit mesin modifikasi, 1 set mesin bubut, 4 mesin yang sudah dibongkar, 4 knalpot dan 1 liser knalpot,” ujar Panit II Reskrim Polsek Kraksaan Ipda M. Fitroh, Minggu (15/11).

Sementara dari bengkel Hadi, petugas menemukan 2 sepeda motor hasil modifikasi dan 1 sepeda motor tanpa nomor rangka. Ada juga 2 unit bodi motor tanpa mesin, 1 unit sepeda motor yang diubah kapasitas silinder alias CC-nya. Ditambah juga 2 unit mesin.

Ipda M. Fitroh mengatakan, penggerebekan itu dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku curanmor. Selain itu juga untuk meminimalkan balap liar di wilayah Kraksaan. Apalagi, dua bengkel itu diduga tempat ‘jagal’ motor hasil curian.

“Sesuai perintah dari pimpinan, semua unit bekerjasama dengan Satpol PP mendatangi bengkel yang kami duga sarang para pelaku curanmor dan pemuda yang gemar balap liar kerap memodifikasi kendaraannya,” tegasnya.

Selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satlantas Polres Probolinggo untuk cek fisik kendaraan. Baik mesin, rangka, maupun spesifikasi mesin. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Satreskrim dan Unit Dikyasa Satlantas Polres Probolinggo.

“Supaya dapat memberikan edukasi secara menyeluruh kepada masyarakat tentang aturan modifikasi kendaraan bermotor, kelengkapan kendaraan bermotor yang sah, dan ketentuan pidana penadahan kendaraan hasil kejahatan,” terangnya. (tm/yek/ay/eem)


Bagikan Artikel