Hukum & Kriminal

Mantan Sekdes di Probolinggo Hamili Keponakan


SUMBER – Perbuatan S, seorang mantan carik (sekretaris desa) di Kecamatan Sumber Kabupaten Probolinggo ini sungguh bejat. Warga Desa Pandansari itu tega mencabuli Melati (nama samaran) keponakannya sendiri, sampai hamil. 

Melati baru berusia 14 tahun. Saat ini ia masih duduk di bangku SMP. Kasus ini sudah dilaporkan keluarga Melati pada Rabu (11/11) malam. Selanjutnya, kasus ini ditangani Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Probolinggo.  

Kepala Desa (Kades) Pandansari Tiarso mengatakan, kejadian ini memang sudah ia ketahui. Bahkan, dua hari lalu, ia sempat mendapatkan laporan langsung dari orang tua korban. “Memang benar, sebelum ke polres, keluarga memberitahukan peristiwa itu pada kami,” katanya kepada Koran Pantura, kemarin (12/11).

 Dan kini kasus tersebut sudah dalam penanganan Unit PPA Polres Probolinggo. “Bagaimana hasilnya, kami juga belum mendapatkan info dari petugas. Setahu kami dari keluarga, korban divisum di RSUD Waluyo Jati Kraksaan,” kata Kades Tiarso.

Sebelum laporan ke Polres, menurut Tiarso, keluarga korban sempat marah pada pelaku. Bahkan, saat itu pelaku sempat dipanggil ke rumah korban untuk membicarakan hal tersebut. “Ya sempat cekcok mulut. Ramai banget. Untungnya kasun (kepala dusun, red) kami dan warga lain bisa mengondisikan suasana,” katanya.

Tak berselang lama, pelaku mengambil sepeda motornya kemudian pergi. “Infonya sampai kemarin rumahnya kosong. Belum tahu ke mana,” ujar Kades.

Berdasar keterangan keluarga, pencabulan itu dilakukan S beberapa bulan lalu. Korban yang masih duduk di bangku SMP sudah terbiasa diantar jemput oleh S, yang tak lain pakdenya sendiri. “Pelaku kan di kecamatan. Korban di SMP dekat sana. Nah orang tuanya  nggak ada sepeda. Makanya dititipkan ke pelaku karena dia juga pakdenya,” terang Kades.

Namun, minggu kemarin, korban mendadak aneh. Ia jadi sering mengeluh mual. “Kemudian korban diperiksakan ke dukun anak, ternyata nggak berani, karena ada isinya. Keluarga juga mencoba ke bidan desa setempat, dan hasilnya positif,” tambah Kades.

Setelah didesak oleh orang tua korban, ternyata pelakunya adalah mantan carik Pandansari. “Ya keluarga murka, dan langsung laporan ke Polres Probolinggo tadi malam,” terang Kades Tiarso.  

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizky Santosa memembenarkan adanya kasus asusila dari Kecamatan Sumber yang kini ditangani PPA. “Benar, masih proses penyelidikan,” terangnya.

Camat Sumber Edi Sunyoto prihatin dengan kasus pencabulan Melati oleh pakdenya sendiri, yaitu S. Pasalnya, S ternyata masih merupakan staf di Kecamatan Sumber.

Sejak tahun 2018, S ditarik menjadi staf di Kecamatan Sumber. “Dulu menang carik Pandansari, sekarang di kantor kecamatan,” ujar Camat Edi.

Menurutnya, kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur yang diduga dilakukan S diserahkan sepenuhnya pada proses hukum. “Sekarang kan ditangani polres. Bagaimana hasilnya, kami serahkan kepada proses hukum berlaku,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah kecamatan Sumber juga sudah berkoordinasi dengan Inspektorat dan BKD Pemkab Probolinggo terkait permasalahan ini. “Jadi menunggu hasil proses hukum saja. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Inspektorat dan BKD,” terang Camat.

Sementara itu, Kades Pandansari Tiarso mengatakan bahwa sejak 2018 lalu S sudah tidak lagi menjadi carik atau sekretaris desa. “Karena ada peraturan ASN di desa ditarik ke kecamatan semua,” ujarnya.

Dalam kasus ini, menurut Kades Tiarso, pihak keluarga korban meminta hukuman yang setimpal bagi pelaku S. “Ya harapannya seperti itu, karena korban juga masih di bawah umur,” tandasnya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel