Hukum & Kriminal

Hoaks Jenazah Pasien Covid Tanpa Bola Mata, Keluarga Tuntut Pelaku Utama Ditangkap


PROBOLINGGO – Kasus viralnya video hoaks jenazah pasien Covid-19 tanpa bola mata berbuntut panjang. Pihak keluarga dari pasien tersebut merasa tidak terima, dan menuntut kepada pihak kepolisian agar dapat segera menangkap pelaku utama pembuat dan penyebar pertama video tersebut.

Mohammad Ainur Huda (35), salah satu keluarga mengungkapkan, pihaknya tidak mengetahui dan tidak menyangka bahwa di tengah suasana duka itu ternyata terdapat warga yang merekam kejadian tersebut, bahkan menyebarkannya ke media sosial.

“Kami sama sekali tidak mengetahui adanya video tersebut. Kami baru tahu justru setelah datang pihak kepolisian kepada keluarga kami dan menanyakan terkait kebenaran video tersebut,” ungkapnya, Sabtu (8/11) lalu.

Dijelaskannya, kedatangan pihak kepolisian tersebut, tentunya membuat syok pihak keluarga. Lantaran setelah ditunjukkan isi video itu, ternyata terdapat narasi atau kata-kata yang tak sesuai fakta sebenarnya.

Dimana terdapat narasi bahwa kondisi jenazah sudah dalam keadaan tidak utuh setelah dirawat serta dimandikan oleh pihak RSUD dr. Moh Saleh Kota Probolinggo.

“Tentu kami sekeluarga kaget, kalau dibilang jenazah bibi dalam kondisi tidak utuh. Apalagi disebutkan kalau bola matanya dicongkel hingga berdarah-darah. Itu semua kami tegaskan tidaklah benar, karena saya sendiri yang menyaksikan proses pemandiannya, baik ketika di rumah sakit maupun saat dimandikan kembali di rumah duka, semua utuh tidak ada yang kurang,” ungkapnya.

Huda menyatakan, insiden keluarnya darah dari hidung jenasah bibinya itu telah dijelaskan secara medis oleh petugas medis dari RSUD dr.Moh Saleh dan Satgas Covid kabupaten Probolinggo kepada pihak keluarga.

“Memang ada riwayat penyakit hipertensi. Kata dokter penyebabnya akibat jaringan pembuluh darah yang pecah, sehingga darah bisa keluar dari tubuh jenasah,” sebutnya.

Sementara itu, terkait dengan identitas dari pelaku utama pengambil video dan pemberi caption berisi hoaks tersebut,
Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso mengatakan, bahwa hal itu kini tengah dalam penyelidikan anggotanya

Karena ketujuh netizen yang sebelumnya diamankan hanya merupakan penyebar video, bukan perekam dan pembuat narasi hoaks tersebut.

“Jumlah saksi dan tersangkanya pasti akan bertambah. Mohon bersabar karena semua masih dalam penyelidikan,” pungkasnya.(tm/awi)


Bagikan Artikel