Hukum & Kriminal

Goda Istri Orang, Leher Digorok, Pelaku Akhirnya Dicokok


PROBOLINGGO – Polres Probolinggo berhasil mengungkap kasus penemuan mayat Mr. X yang tewas mengambang di salah satu sungai yang ada di desa Banjarsawah, Kecamatan Tegal Siwalan, Kabupaten Probolinggo pada akhir Oktober lalu. Dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), polisi berhasil mengidentifikasi dan mengungkap motif yang mendasari pembunuhan korban.

Korban diketahui bernama M. Hirul, warga Desa Bulujaran Lor, Kecamatan Tegalsiwalan. Korban tewas dibunuh oleh M. Atim dengan cara digorok lehernya hingga tewas. Jasadnya dibuang di sebuah sungai di Desa Banjarsawah.

Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan saat pers rilis kasus pembunuhan tersebut menuturkan, berdasarkan hasil pendalaman atas motif pembunuhan tersebut terungkap bahwa pembunuhan itu terjadi karena dendam asmara. Pelaku kesal terhadap korban, karena istri pelaku yang berinisial S, sering digoda korban kurang lebih sejak setahun lalu.

“Pelaku kesal karena korban dianggap sebagai perusak rumah tangganya,” Ujar Ferdy, Jumat (6/11).

Berdasarkan pengakuan istri pelaku, korban tidak hanya menggodanya. Tapi juga sering meminta uang dengan cara paksa alias memeras.

“Sebenarnya korban dulu pernah ada hubungan asmara dengan istri pelaku. Namun hal itu tidak berlanjut karena si istri telah menikah dengan pelaku,” jelasnya.

Kapolres menerangkan, si istri yang tak tahan terus-menerus diperas, akhirnya melaporkan hal tersebut kepada suaminya. Kesal mendapati laporan itu, akhirnya kedua pasangan itu pun merencanakan aksi untuk melenyapkan korban dengan cara membunuhnya.

Aksi pembunuhan itu pun dilakukan oleh M. Atim di dalam mobil miliknya. Aksi tersebut dilakukan pada saat ketiganya sedang dalam perjalanan untuk ziarah ke Kabupaten Jember.

“Dari pengakuan pelaku, korban dihabisi dengan cara digorok lehernya menggunakan parang pada saat berada dikawasan Ranu Pakis Lumajang. Kemudian jasadnya dibawa dan dibuang di salah satu sungai di Desa Banjarsawah,” ungkap Kapolres.

Pelaku sendiri berhasil ditangkap oleh anggota Polres Probolinggo dua hari yang lalu, tepatnya pada 4 November 2020. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa parang yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban. Ada juga mobil minibus merk Isuzu Panther dan 1 unit motor milik korban yang sempat dibuang dalam sungai untuk menghilangkan jejak.

“Pelaku dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup,” terang mantan Kapolres Tangerang Selatan ini. (tm/eem)


Bagikan Artikel