Hukum & Kriminal

Cabuli Siswi SMP 10 Kali, Tiap Selesai Berhubungan, Korban Diberi Uang Rp 20 Ribu


PROBOLINGGO – Mustakim (44) sudah lima hari dijebloskan dalam penjara Polres Probolinggo Kota, karena kasus pencabulan gadis yang masih duduk di bangku SMP. Dalam rilis kasus itu Rabu (7/10), Mustakim yang tinggal di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan ini disebutkan sudah 10 kali mencabuli korbannya, yaitu D (15).

Dalam rilis yang dipimpin Wakapolresta Kompol Teguh Santoso kemarin, polisi menunjukkan tersangka Mustakim di hadapan media. Selain itu, sejumlah barang bukti dihadirkan, berupa celana dalam dan kaos lengan pendek hitam milik korban. Selanjutnya, ditunjukkan pula surat pernyataan dari tersangka.

Di hadapan Wakapolresta dan sejumlah awak media, tersangka Mustakim mengaku  mencabuli D bukan atas keinginanya, tetapi atas permintaan korban. Bukan itu saja, Mustakim menyatakan bahwa setiap selesai berhubungan layaknya suami istri, korban selalu diberi uang.

Bahkan lanjut tersangka, korban sering menghilang dari rumahnya, ikut kelompok punk. Tersangka juga mengaku sering ikut mencari kalau D tidak ada di rumah tinggalnya. Sebab,  korban merupakan sepupu dari istri tersangka. Rumahnya pun berhadap-hadapan. “Seperti itu ceritanya Pak,” aku Mustakim menjawab pertanyaan Wakapolresta.

Mendengar pengakuan Mustakim, Kompol Teguh Santoso menyatakan tetap akan mengusut tuntas kasus cabul tersebut. Alasannya, korban masih di bawah umur dan saat ini masih duduk di kelas 9 salah satu SMP di Kota Probolinggo. “Apapun alasannya, kami tetap akan mengusut tuntas kasus ini. Ya, karena korbannya di bawah umur,” tegasnya.

Atas perbuatannnya, tersangka akan dijerat Pasal 81 sub Pasal 82 UU RI nomor 35 tahun 2014 diubah UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2012 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Menurut Wakapolresta, kasus tersebut terungkap setelah korban mengadu kepada kedua orang tuanya, kemudian dilanjutkan melapor ke polresta, Jumat (2/20) malam. Atas laporan orang tua korban, pelaku malam itu juga langsung ditangkap dan diamankan di mapolresta. “Malam itu juga, tersangka kami amankan di mapolresta,” tandas Wakapolresta.

Berdasarkan keterangannya kepada petugas, Mustakim mengaku menyetubuhi korban 10 kali di rumah korban. Terakhir kali, tersangka menyetubuhi D pada Sabtu (26/9) lalu, juga di rumah korban. “Dilakukan di rumah korban. Karena setiap pagi, rumah korban kosong. Orang tua korban bekerja,” jelas Wakapolresta.

Kompol Teguh kemudian menceritakan peristiwa pencabulan terakhir yang dilakukan tersangka. Ceritanya, Sabtu pagi itu D tengah mencuci piring di ruang dapur. Tiba-tiba Mustakim datang dan langsung memeluk korban dari belakang. Dengan cara memaksa Mustakim mengajak ke kamar untuk melakukan hubungan intim.

“Selesai berhubungan, korban diberi uang Rp 20 ribu oleh tersangka. Kemudian korban menceritakan ke orang tuanya, dan perbuatan tersangka dilaporkan ke mapolresta. Tersangka langsung diamankan oleh anggota kami,” jelas Kompol Teguh. (gus/iwy)


Bagikan Artikel