Hukum & Kriminal

Kebakaran Telan 2 Korban, Polisi Periksa Lima Karyawan Pabrik


WONOMERTO – Pasca peristiwa kebakaran PT Jawa Lily Furniture di Wonomerto pada Rabu (30/9) lalu, polisi melakukan penyelidikan. Polisi memeriksa lima karyawan untuk mendapat keterangan tentang asal mula kebakaran yang menewaskan dua orang itu.

Pemeriksaan terhadap lima karyawan PT Jawa Lily itu dilakukan Kamis (1/10). Mereka dimintai keterangan lantaran berada di dekat lokasi.

Kapolsek Wonomerto Iptu Agus Wahyono mengatakan, pemeriksaan lima karyawan itu merupakan bagian dari prose lanjutan penyelidikan atas kebakaran pabrik yang berada di gedung finishing tersebut.”Betul kami memeriksa lima karyawan yang saat itu bekerja di area tersebut,” katanya.

Meski sudah memeriksa lima karyawan, namun pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut. Pihaknya masih menunggu tim Labfor Polda Jatim. “Rencananya besok akan datang. Nanti kami beritahu rekan-rekan wartawan,” katanya saat ditemui di markas Polsek Wonomerto, kemarin.

Sementara, Humas PT Jawa Lily Furniture Alfin Hidayati menerangkan, sampai saat ini perusahaan masih fokus dengan keselamatan karyawan. Sementara, untuk kerugian yang diderita perusahaan masih belum bisa dihitung.

Meski begitu, Alfin mengatakan pihaknya memberikan santunan kepada kedua korban. Selain santunan dari perusahaan, ada juga dari asuransi. “Kita tidak sebutkan nominalnya. Yang jelas, lebih besar dari yang diberikan oleh perusahaan di Kabupaten Probolinggo. Mereka juga terlindungi BPJS dan asuransi,” jelasnya.

Ia juga memastikan tidak ada korban lagi selain 2 korban tewas tersebut. “Tidak ada lagi. Kami pastikan tidak ada. Baik yang meninggal atau luka berat. Kalau luka ringan ada, tapi ndak banyak,” tandasnya.

Sebelumnya, kebakaran hebat melanda PT Jawa Lily Furniture pada Rabu siang. Kebakaran itu terjadi di bagian finishing. Diduga kebakaran terjadi karena mesin blower overhead, sehingga memicu percikan api. Si jago merah yang tidak terkendali akhirnya menyebar meludeskan seluruh ruangan.

Dua karyawan perempuan menjadi korban kebakaran. Korban tewas dengan kondisi mengenaskan, dengan posisi berdekatan. Tubuh keduanya pun menjadi arang dan tidak bisa dikenali lagi.

Dua korban jiwa dalam kebakaran pabrik furnitur ekspor itu  adalah Nur Hofifah (19), warga Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih dan Hosriati (28), warga Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto. Keduanya diduga terjatuh saat peristiwa kebakaran berlangsung. (rul/iwy)


Bagikan Artikel