Hukum & Kriminal

Diimingi Uang Rp 15 Ribu, Bocah 12 Tahun Disetubuhi Dukun Cabul


PROBOLINGGO – Seorang kakek yang bekerja sebagai seorang dukun, ditangkap petugas Satreskrim Polres Probolinggo Kota, Senin (31/8). Kakek bernama Supandi (63) tersebut dibekuk polisi karena diduga telah berulang kali mencabuli bocah yang masih berusia 12 tahun.

            Tak tanggung-tanggung, pria dengan rambut putih itu memaksa korbannya berhubungan layaknya suami istri sampai 10 kali, terhitung sejak Mei 2020. Perbuatan bejat sang kakek yang tinggal di Dusun Kedang Kempul, Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo itu kemarin diungkap dalam rilis kasusnya, kemarin (1/9) siang di markas polresta.

Kasat Reskrim AKP Heri Sugiono mengatakan, Supandi diamankan di rumahnya setelah dilaporkan oleh orang tua korban ke Polsek Wonomerto. Laporan itu ditangani Polresta karena korbannya masih duduk di bangku SD. “Kami amankan di rumahnya, Senin kemarin. Tidak ada perlawanan,” ujar AKP Heri kepada sejumlah wartawan dalam rilis kemarin.

Supandi berprofesi sebagai dukun. Tetapi korbannya bukan pasien, melainkan anak tetangganya. Modusnya, korban diiming-imingi uang Rp 15 ribu setiap diajak berhubungan intim. “Agar mau diajak gituan, tersangka memberi uang Rp15 ribu setelah begituan,” kata Kasat Reskrim.

Ironisnya, Supandi juga merekam aksi bejatnya dan disimpan di flashdisk. Rekaman itu sudah diamankan polisi.

Adapun barang bukti yang diamankan polisi dari tersangka Supandi berupa pakaian korban dan pelaku, serta sarung hijau motif kotak-kotak. Disita pula sprei merah motif bunga dan kaos singlet hitam bergambar tengkorak. “Awalnya keluarga korban tidak berani melapor. Karena pelaku profesinya dukun,” tambah Kasat Reskrim.

Apakah ada korban lain? AKP Heri Sugiono menjawab ada kemungkinan itu. Saat ini kasus tersebut masih dikembangkan.

Selanjutnya, tersangka Supandi dijerat pasal 81 sub pasal 82 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 23 tahun 2012 tentang perlindungan anak. “Ancaman hukumannya penjara maksimal 15 tahun,” terang AKP Heri. (gus/iwy)


Bagikan Artikel