Hukum & Kriminal

Pulang Nonton Orkes, Dikeroyok, Tewas Dibacok


TEGALSIWALAN– Seorang pria bernama Fathur (21), warga Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, tewas dibacok sejumlah orang usai menonton acara orkes dangdut di desa tetangga pada Kamis (13/8) malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Pantura, kasus pembunuhan sadis itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.

Sebelum kejadian, diketahui Fathur menghadiri acara orkes dangdut yang digelar di dusun Sumber Muning, Desa/Kecamatan Tegalsiwalan.

Diduga selama berjalannya acara orkes dangdut itu, Fathur sempat bersenggolan hingga terjadi selisih paham dengan penonton lain.

Tak disangka, senggolan itu berujung dendam dari penonton yang disenggolnya itu. Alhasil, sepulangnya dari acara orkes itu Fathur langsung dicegat dan dikeroyok dengan menggunakan senjata tajam (sajam).

Akibat pengeroyokan itu Fathur mendapatkan sejumlah luka bacok di sekujur tubuhnya, dan yang paling parah didapatnya pada bagian leher sebelah kanan yang menyebabkan lehernya nyaris putus.

Sesaat kemudian warga yang melintas di ruas jalan dusun Sumbermuning mendapati Fathur sudah tergeletak bersimbah darah.

Karena takut, warga pun tak berani mendekat dan memberikan pertolongan. Hingga selanjutnya anggota Polsek Tegalsiwalan datang dan melakukan evakuasi terhadap korban yang sudah tak bernyawa.

Oleh Polisi jenasah korban pun langsung dievakuasi ke kamar jenasah RSUD. dr.Moch Saleh Kota Probolinggo.

Kapolsek Tegalsiwalan Iptu Lukman Wahyudi dikonfirmasi menyebutkan, bahwa setelah mendapat laporan kasus penganiayaan berat (Anirat) itu, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap kelompok yang melakukan pembacokan terhadap korban.

“Empat jam usai kejadian kami berhasil menangkap 5 orang terduga pelaku kasus anirat tersebut,” ujarnya, Jumat (14/8/20).

Dijelaskannya pula bahwa korban Fathur tewas di tempat kejadian perkara (TKP), akibat mengalami pendarahan hebat dan kehabisan darah disebabkan sejumlah luka bacok yang dialaminya.

“Korban sudah tewas sebelum sempat mendapat perawatan medis di rumah sakit,” jelasnya.

Adapun untuk kelima terduga pelaku yang rata-rata masih remaja itu, Iptu Lukman menyebut bahwa saat ini kelimanya sudah diamankan di Mapolres Probolinggo.

“Untuk pengembangan kasus, kelimanya kini sedang menjalani proses interogasi di Mapolres Probolinggo,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizky Santoso mengatakan, kelima terduga pelaku itu kini statusnya sudah dinaikkan menjadi tersangka.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni berupa celurit yang dipakai untuk menganiaya korban hingga tewas.

“Kelima pelaku merupakan warga Lumajang. Dari keterangan saksi, korban sempat terlibat keributan saat nonton dangdutan, lalu sepulangnya korban dihadang dan terjadi penganiayaan hingga korban meninggal dunia,” pungkasnya. (tm/awi)


Bagikan Artikel