Hukum & Kriminal

Dukung Instruksi Kapolres

KRUCIL – Instruksi Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto agar jajarannya menyisir debt collector yang melakukan pengambilan paksa kendaran bermotor  (jabel), mendapat dukungan dari masyarakat. Sebab, tindakan seperti itu dirasa sudah sangat meresahkan.

Dukungan pada instruksi Kapolres itu bahkan dinyatakan warga dari dataran tinggi. Salah satunya adalah Sajiono (35), warga Desa Kalianan, Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, aksi debt collector memang sangat meresahkan. Sajiono mengaku pernah telat bayar angsuran, lalu sepeda motornya diminta paksa oleh debt collector di jalanan. 

“Hanya telat beberapa angsuran saja, saya diberhentikan di jalan dan sepeda motor saya mau diambil paksa. Tetapi saya tidak memberikannya. Saya langsung membayar tunggakan di finance sepeda motor yang ada di Probolinggo,” ujarnya kepada Koran Pantura, kemarin (3/1).

Sajiono berpendapat, jika dalam melaksanakan tugasnya para debt collector itu  sesuai prosedur, tentu tidak masalah. Tetapi, seperti yang dialami Sajiono, debt collector yang biasa bekerja secara berkelompok itu cenderung kasar, bicara lantang dan kasar. 

“Kalau para jabel itu melaksanakan pekerjaannya sesuai prosedur dan sopan dalam menindak, menurut saya sah-sah saja. Tetapi masalahnya, mereka terkadang ia membentak, bahkan dengan cara memaksa juga mau mengambil sepeda motor,” kata Sajiono.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolres Probolinggo Eddwi Kurniyanto mengeluarkan instruksi kepada jajarannya agar menyisir para debt collector yang dalam praktiknya melakukan pemaksaan dan bikin resah masyarakat. Kapolres bahkan menghimbau masyarakat melaporkan ke polisi jika mendapat paksaan bahkan ancaman dari debt collector. Kapolres memastikan akan memproses kasus tersebut. 

Instruksi Kapolres ini tidak hanya disambut baik masyarakat, tetapi juga jajaran Polres Probolinggo. Kapolsek Krucil AKP Dwi Sucahyo misalnya, menyatakan siap menjalankan tugas sesuai perintah Kapolres.

AKP Dwi menyatakan, jika ada debt collector yang hendak mengambil sepeda motor secara paksa, yang bersangkutan diminta segera melapor ke kepolisian. Termasuk jika hal itu terjadi di wilayah Kecamatan Krucil, warga yang mengalami kejadian tersebut diminta segera datang melapor di Polsek Krucil.

“Sebagai bawahan, saya harus melaksanakan perintah atasan. Untuk itu,  jika ada kejadian perampasan yang dilakukan oleh debt collector, masyarakat silakan lapor  ke polsek,” kata Kapolsek.

Menurutnya, tindak perampasan melanggar pasal 368 KUHP tentang perampasan dan pasal 4 UU nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. “Ancaman hukumannya 4 sampai 7 tahun penjara,” ujar AKP Dwi. (ben/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan