Hukum & Kriminal

Anak Gugat Ibu Kandung, MUI: Surga Bukan di Bawah Tanah Warisan


KRAKSAAN – Kejadian yang menimpa Surati, warga Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo yang digugat anak kandungnya sendiri, banyak mendapat respon dari sejumlah pihak. Salah satunya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo. MUI setempat sangat menyayangkan atas sikap anak Surati yang dianggap amoral.

Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo Yasin menyampaikan, pihaknya sangat menyayangkan atas sikap Naise, yang menggugat ibu kandungnya sendiri. Menurutnya, itu sangat di luar etika dan kewajaran seorang anak kepada ibu kandungnya.

Padahal, lanjutnya, tidak ada kasih sayang dan balasan moril yang setimpal dengan beratnya melahirkan. Harusnya, persoalan itu tak sampai pada ranah hukum. Cukup diselesaikan dengan kepala dingin di internal keluarga.

“Sayangnya, kami juga baru tahu atas kabar itu setelah baca berita. Jika misalnya kabar itu kami terima sebelum gugatan ini, akan kami coba untuk selesaikan di internal,” ungkapnya, kemarin.

Namun, untuk saat ini pihaknya tak bisa berbuat lebih. Selain meminta pihak MUI Kecamatan Tiris untuk mencari tahu motif dari lahirnya gugatan tersebut. Karena kasusnya saat ini sudah ditangani pengadilan. “Yang pasti kami sayangkan sikap itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, apa yang terjadi pada Surati itu bisa dijadikan pelajaran bagi masyarakat lain, agar tidak kembali terjadi hal serupa. Jangan sampai menukar sebidang tanah dengan mengorbankan ibu kandung. “Surga itu ada di bawah telapak kaki ibu, bukan di bawah tanah warisan,” tegasnya. (yek/awi)


Bagikan Artikel