Hukum & Kriminal

Dicekoki Arak, Remaja 15 Tahun “Digilir” saat Malam Takbir


PAJARAKAN – VI seorang remaja perempuan 15 tahun asal Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo, mengalami nasib pilu. Perempuan di bawah umur itu pada Hari Raya Idul Adha Jumat (31/7) lalu berurai air mata. Pasalnya, ia menjadi korban perkosaan bergilir. Dan salah satu pelaku adalah kenalan barunya. Ironisnya, aksi perkosaan terjadi setelah VI dicekoki arak.

                Berdasar informasi yang dihimpun Koran Pantura, mulanya VI keluar rumah bersama temannya pada malam takbir, Kamis (30/7) lalu. Ia pulang larut, tetapi takut dimarahi keluarganya. Maka, VI memutuskan pulang ke rumah sanak familinya di Desa Prasi, Kecamatan Gading.

Tak lama kemudian, VI dihubungi terlapor yang merupakan kenalan barunya di sosial media. Teman baru itu mengajak VI keluar.  VI menerima ajakan tersebut, kemudian dijemput.

Rupanya, VI diajak langsung ke rumah terlapor di Desa Nogosaren, Kecamatan Gading. Saat itu di rumah terlapor sudah ada beberapa orang yang menunggu. Mereka kemudian bercanda. Korban lantas disuruh minum Fanta merah yang sudah dicampur arak. VI mulanya menolak. Tetapi ia dipaksa oleh terlapor.

Akhirnya VI minum juga, hingga kehilangan kesadaran. Saat itulah VI ditelanjangi dan diperkosa oleh para pelaku secara bergilir. “Seingat korban, diperkosa oleh 2 orang. Tapi di rumah itu ada 4 laki-laki. Kan sudah oleng pikirannya,” ungkap Nasution, tetangga korban yang kemarin (4/8) ikut mendampingi korban melapor di Polres Probolinggo.

Usai diperkosa, Jumat dini hari sekitar pukul 03.00, korban diantar pulang ke desanya dalam kondisi semrawut. Bahkan korban diturunkan di sekitar kuburan desanya. Tak lama, korban pun bertemu oleh teman pria desanya. Ia pun lantas dibawa ke rumah pria tersebut.

“Di rumah temannya itu, korban bermalam. Siang sekitar pukul 14.00 korban baru ditemukan oleh sanak familinya di rumah itu. Saat ditemukan, korban sedang berduaan dalam kamar dalam dengan kondisi kacau juga. Entah diapain saya tidak tau. Korban sudah nggak mau cerita,” ungkapnya.

Nasution tak mengetahui pasti, apakan korban juga disetubuhi di rumah temannya pria desanya itu atau tidak. Tetapi, keduanya ditemukan sedang berduaan dalam kamar. “Nah kejadian yang kedua ini belum pasti, diperkosa atau tidak. Korban nampaknya lagi syok nggak mau ngomong dah,” jelasnya.

Usai korban ditemukan itu, pihak keluarga lantas melapor ke Polsek Gading. Namun, pihak kepolisian mengarahkan untuk melaporkan kejadian ini langsung ke Polres Probolinggo. “Kami diarahkan laporan ke polres,” tutur Nasution.

Sementara itu, Kanit SPKT Polres Probolinggo Aiptu Djoko Widijanto membenarkan adanya laporan kasus tersebut. Pihaknya sudah menerima laporan dari pihak pelapor dan akan menindaklanjutinya. “Sudah kami terima laporannya dan akan kami teruskan pada unit satuan yang bersangkutan,” katanya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel