Hukum & Kriminal

Masuk Toko, Dikira Maling, Dihajar Massa


PROBOLINGGO – Nasib nahas menimpa Jamil (22), warga Desa Muneng Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Dia dihajar massa lantaran masuk ke toko peracangan milik Nurhasanah (25) di Dusun Bintaos, Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Selasa (4/8) pagi.

Soal apakah Jamil mencuri atau tidak, masih belum bisa dipastikan. Sebab, pria kelahiran Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto itu tidak mengambil sesuatu. Bahkan korban, Nurhasanah, menyatakan barang yang dipajang di etalasenya tidak ada yang hilang. Meski begitu, Jamil usai dirawat di Puskesmas Wonomerto kemarin tetap diamakan polisi ke Polsek Wonomerto.

Kanit Reskrim Polsek Wonomerto Aiptu Agus Zainudin mengatakan, Jamil tetap diamankan meski pemilik toko mengaku tidak ada barang dagangannya yang hilang. Kepada Aiptu Agus, Jamil yang berambut gondrong itu juga mengaku tidak mengambil barang. Ia hanya masuk toko.

Namun saat ditanya apa keperluan Jamil masuk toko, Aiptu Agus belum bisa menjawab pasti. Sebab, kondisi Jamil masih labil. Pengakuannya juga selalu berubah-ubah. Belum bisa dipastikan juga apakah Jamil dalam pengaruh minuman beralkohol, pil koplo, atau tidak. “Masih belum kami periksa,” kata Aiptu Agus saat di Puskesmas Wonomerto untuk menjemput Jamil.

Menurutnya, polisi datang ke tempat kejadian setelah mendapat laporan dari masyarakat. Pihaknya kemudian langsung mengamankan Jamil yang sempat jadi sasaran amuk massa. “Kami amankan dan langsung kami bawa ke puskesmas,” tandasnya.

Arna (60), orang tua Jamil, mengaku tidak tahu mengapa anak pertamanya yang jual tahu keliling itu masuk ke toko Nurhasanah. Ibu tiga anak ini mengatakan, sepengetahuannya, Jamil tidak pernah melakukan perbuatan melanggar aturan.

Yang jelas menurutnya, pada Senin (3/8) sekitar pukul 19.00, Jamil bersama istrinya mendatangi rumahnya. Selesai keperluannya, Jamil pamit hendak datang ke acara pernikahan salah satu rekannya di Desa Kedungsupit. “Enggak tahu kok jadi begini. Kok enggak pulang. Mungkin pulang dulu mengantar istrinya ke Muneng, lalu ia keluar lagi,” jelas Arna.

Sedangkan Nurhasanah mengatakan, Jamil masuk toko peracangannya kemarin sekitar  pukul 04.00 menjelang subuh. Karena masuk warung, Jamil diduga maling. Dia langsung ditangkap kemudian dipukuli oleh warga.

“Saya menjerit minta tolong kalau ada maling. Warga datang dan langsung menangkapnya. Sempat dipukul oleh warga,” kata Nurhasanah. Ia menyatakan, tidak ada barang dagangan miliknya yang diambil.

Nurhasanah heran, mengapa saat ditanya, Jamil menjawab mau menjual tahu. Kemudian, Jamil keluar dan mengambil selang air di luar dan masuk kembali toko. “Selang yang dipegangnya itu lalu dibuang keluar, begitu warga datang,” ujarnya.

Jamil masuk toko dengan merusak gembok rolling door. Nurhasanah mengaku tidak mendengar saat rolling door tokonya dibuka. Begitu terbangun, ia melihat sesosok pria tengah duduk di depan etalase. “Dia tidak ngapa-ngapain. Duduk saja di sini. Saya tahunya pas bangun. Itu sudah biasa, tiap pagi saya bangun saat tarkhim,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel