Hukum & Kriminal

Eks Kades Sokaan Jadi Tersangka Kasus Penipuan


KRAKSAAN – Polsek Kraksaan pada Senin (27/7) lalu telah menetapkan eks Kades Sokaan, Kecamatan Krejengan Shalehuddin menjadi tersangka kasus penipuan. Shalehuddin disangka melakukan penipuan terhadap Herry Budiawan, warga Kelurahan Kandang Jati Kulon, Kraksaan.

Kanit Reskrim Polsek Kraksaan Iptu Saniman menyampaikan, pihaknya telah menetapkan tersangka pada eks Kades Shalehuddin atas dugaan pidana penipuan. Penetapan status tersangka itu dilakukan setelah pihaknya melakukan gelar perkara.

“Kami gelar perkara kasus itu. Ternyata sudah cukup dengan dua alat bukti, yaitu saksi dan bukti berkas. Jadi, kami sudah tetapkan sebagai tersangka,” ungkap Iptu Saniman, Rabu (29/7).

Ia menjelaskan bahwa dalam proses penyelidikan dan penyidikan itu, pihaknya sudah berkali-kali mengirim surat panggilan pada yang bersangkutan. Akan tetapi eks Kades Shalehuddin tidak kunjung memenuhi panggilan tersebut.

Panggilan pertama sebagai saksi, lanjutnya, eks kades tak memenuni panggilan. Kemudian, panggilan kedua dan ketiga untuk dimintai keterangan tambahan, juga tidak datang. “Kami pangil dan layangkan surat, yang bersangkutan tetap tidak hadir,” ujarnya.

Sejak laporan tersebut masuk pada 31 Januari lalu, pihaknya baru bisa memutuskan perkara tersebut pekan ini. Sebab, beberapa bulan lalu masih terkendala dengan pandemi. Sehingga pihaknya memprioritaskan pelayanan yang sifatnya insiden.

Tapi sekarang sudah kembali ditindaklanjuti. Kanit Reskrim menegaskan, pihaknya akan kembali melayangkan surat pada yang bersangkutan. Bukan sebagai saksi lagi, melainkan sebagai tersangka.

Jika nanti dipanggil tiga kali tidak datang, polsek akan menetapkan eks kades tersebut sebagai buron. “Kami sudah mewanti-wanti untuk datang ke polsek. Tapi tidak pernah dipenuhi. Selanjutnya akan kami panggil dengan status tersangka,” tegasnya.

            Meskipun ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian, tetapi itu tidak membuat Shalehuddin berdiriam diri. Ia justru mengajukan gugatan perdata terhadap Herry Budiawan ke Pengadilan Negeri Kraksaan. Sayang dalam sidang gugatan itu, eks Kades Shalehuddin tidak hadir.

Nanang Hariadi, kuasa hukum Herry mengaku tidak habis pikir dengan ulah tersangka eks kades tersebut. Polisi sudah menetapkan tersangka, tapi justru mengugat korban. Terlebih, gugatan yang diajukan oleh Shalehuddin bukan tanah pribadi yang menjadi jaminan pinjaman ke Herry Budiawan, melainkan tanah bengkok desa.

Padahal, menurut Nanang Hariadi, tersangka tidak lagi menjabat sebagai kepala desa. “Tersangka mengajukan gugatan, tapi sidang dua kali tidak hadir tanpa alasan. Mengajukan gugatan sendiri, tidak hadir sendiri,” ungkapnya.

Menurut Nanang, eks Kades Shalehuddin sebelumnya dilaporkan atas kasus penipuan. Sebab, Shalehuddin meminjam uang senilai Rp 45 juta, dengan jaminan tanah pribadi. Akan tetapi, yang diberikan sebagai jaminan adalah tanah bengkok.

“Nah, dalam esensi gugatannya, justru tanah bengkok yang dipersoalkan. Padahal, yang menjadi kesepakatan dalam perjanjian bermaterai itu tanah pribadi atas nama ibu tersangka,” ungkapnya.

Ia kembali menuturkan, dalam persoalan tanah dan pinjaman itu, kliennya sudah membuka pintu lebar-lebar untuk jalur mediasi. Akan tetapi, yang bersangkutan justru menempuh jalur lain. “Tanah bengkok itu dikembalikan oleh klien saya, karena tidak sesuai perjanjian,” tegasnya.

Sementara itu, sampai berita ini ditulis, eks Kades Shalehuddin belum bisa dikonfirmasi. Yang bersangkutan tidak berhasil dihubungi. Dan dalam persidangan gugatan yang diajukannya sendiri, eks Kades Shalehuddin juga tidak datang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Herry Budiawan (49) warga Kelurahan Kandang Jati Kulon Kecamatan Kraksaan melaporkan eks Kades Shalehuddin ke Polsek Kraksaan pada Kamis (13/2) lalu. Shalehuddin dilaporkan telah melakukan tindak pidana penipuan dan menyalahi kesepakatan pinjam gadai tanah yang merugikan Herry Budiawan alias Amri Rahmatullah. (yek/iwy)

 


Bagikan Artikel