Hukum & Kriminal

Dieksekusi karena Korupsi, Eks Kades Sumberan Kabur


KRAKSAAN – Mahkamah Agung (MA) RI telah mengeluarkan putusan atas kasus tindak pidana korupsi penyelewangan Alokasi Dana Desa dengan terdakwa eks Kades Sumberan Kecamatan Besuk Slamet. Untuk itu, Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo telah melakukan eksekusi. Tetapi sayang, yang bersangkutan lebih dulu melarikan diri.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Novan Basuki Arianto menyampaikan, pihaknya menerima putusan kasasi dari MA itu pada 14 Juli. Dengan berbekal itu, kejari telah melaksanakan eksekusi ke kediaman eks Kades Slamet pada Selasa (21/7) lalu.

Namun, rupanya yang bersangkutan telah mengetahui kedatangan tim kejaksaan dan memilih segera melarikan diri. “Saat kami lakukan eksekusi dan datang ke kediamannya, yang bersangkutan tidak ada di rumah,” ungkap Novan saat dikonfirmasi kemarin (23/7).

Novan masih belum mengetahui keberadaan Eks Kades Slamet saat ini. Dimanapun keberadaannya, pihaknya meminta untuk segera menyerahkan diri. “Apabila dalam waktu dekat tidak segera datang ke kejaksaan, terpaksa kami akan tetapkan eks kades itu sebagai buron,” tegasnya.

Novan memaparkan, eks Kades Slamet tersandung kasus tindak pidana korupsi ADD 2008 sebesar Rp 72.159.060. Sementara kasus tersebut mulai diangkat sejak tahun 2011 lalu. Namun, kasus tersebut baru inkrah setelah yang bersangkutan melakukan banding dan kasasi.

Putusan MA menyatakan terdakwa terbukti bersalah telah menyalahgunakan anggaran semena-mena. Akibat ulahnya, terdakwa wajib membayar pengganti kerugian negara sebesar Rp 19.269.969. “Terdakwa diputus harus mengganti uang kerugian negara itu. Kalau tidak, kejaksaan berhak menyita barang berharga terdakwa untuk membayar kerugian negera,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, eks Kades Slamet dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun dengan denda sebesar Rp 50 juta dan subsider selama 1 bulan. “Nanti terhitung setelah yang bersangkutan tertangkap. Saat ini kami masih mencari. Kalau dalam waktu dekat tidak segera menyerahkan diri, terpaksa kami tetapkan sebagai buron,” tandasnya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel