Hukum & Kriminal

Dianiaya, Debt Collector Lapor Polisi


PAJARAKAN – Sial nahas dialami Sahlal Hariyadi (43), warga Desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan. Sahlal mengalami penganiayaan hingga membuatnya merasa harus melapor ke Polres Probolinggo. Insiden ini terjadi dalam konteks Sahlal seorang petugas debt collector atau penagih utang.

Minggu (12/7) sekitar pukul 10.00, Sahlal mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Probolinggo. Dengan mengenakan kaos warna hitam, Sahlal melaporkan penganiayaan yang dialaminya.

Sahlal mengaku dianiaya oleh TN, warga Kelurahan Sidopekso, Kecamatan Kraksaan. Menurut Sahlal, penganiayaan tersebut terjadi pada Jumat (3/7) sore di SMAN 1 Kraksaan di Kelurahan Sidomukti.

Ketika itu, Sahlal mendatangi dan mempertanyakan sepeda motor Beat warna hitam. Ia menduga motor dengan nopol L 2191 NB itu telah diganti nopol palsu N 2968 NBA yang dinilai bermasalah.

“Saya tanyakan kenapa nopolnya diganti. Kalau sudah diganti seperti itu otomatis sepeda motornya bermasalah. Sempat terjadi cekcok, sampai-sampai dia mengeluarkan celurit,” kata Sahlal.

Bahkan, dirinya sempat dipukul oleh terlapor. Pukulan itu mengenai hidung Sahlal, dan membuatnya berdarah. Beruntung saja pukulan itu tak bertubi-tubi mengenainya. Sahlal yang tak berdaya itu mengaku hanya berdiam dan menerima pukulan terlapor.

Pada saat percekcokan berlangsung, sambung Sahlal, ia bahkan sempat menantang terlapor untuk sama-sama mendatangi Polsek Kraksaan. Tujuannya, permasalahan tersebut segera menemui titik temu dan tidak terjadi kericuhan.

“Saat saya tantang ke Polsek Kraksaan, dia menolak. Walaupun sepeda motor dan celuritnya sudah dibawa ke polsek terlebih dahulu, karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi banyak warga yang lihat,” ujar Sahlal.

Akan tetapi, persoalan itu tak kunjung menemukan benah merahnya. Sahlal lantas melaporkan kejadian yang dialami pada Polres Probolinggo. Sebab, dirinya telah dianiaya hingga berdarah. “Saya nggak terima. Jadi, saya laporkan saja,” katanya.

Sementara, Kepala Unit SPKT Polres Probolinggo, Aiptu Djoko Widijanto membenarkan, adanya laporan penganiyaan beberapa orang terhadap Sahlal. Dan polres sudah menerbitkan surat tanda penerimaan laporan Nomor : TBL – B/124/VII/RES.1.6/2020/RESKRIM/ SPKT Polres Probolinggo. “Sudah, sudah kami terima laporannya dan akan segera melaporkan ke atasan untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel