Hukum & Kriminal

Polres Probolinggo Tangkap Dua Residivis Pengedar Sabu


PROBOLINGGO – Rohim (28), warga Dusun Campuran, Desa Jorongan, Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo, seperti tidak mengenal jera, meski pernah dipenjara lantaran mencuri sepeda motor. Terbukti, kini ia kembali ditangkap polisi. Bedanya, kali ini Rohim diciduk karena mengedar sabu-sabu (SS).

Selain Rohim, ada satu orang residivis lagi yang ditangkap polisi karena mengedar SS, yaitu Supriyanto (27). Bedanya, Supriyanto yang warga Dusun Tegaljuwet, Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo ini sebelumnya juga terlibat kasus peredaran SS.

Kedua residivis tersebut ditangkap Satresnarkoba Polres Probolinggo Kota pada Kamis (2/7) sekitar pukul 21.00 di tempat berbeda. Supriyanto ditangkap di Jl Ir Sutami, Kelurahan/Kecamatan Wonoasih. Sedangkan Rohim disergap di rumahnya di Desa Jorongan.

Kasus itu Senin (6/7) sekitar pukul 13.00 dirilis di markas polresta. Kepada Kasatresnarkoba AKP Suharsono, tersangka Supriyanto mengaku sudah dua tahun berbisnis SS. Dan dia baru 3 bulan keluar dari penjara.

Sedangkan Rohim mengaku pernah mendekam di lapas karena mencuri sepeda motor. Baru tiga bulan lalu dia keluar dari lapas. Kini, ia harus mendekam di dalam penjara lagi.

AKP Suharsono mengatakan, Supriyanto ditangkap lebih dulu. Dari Supriyanto, polisi menyita SS seberat 0,23 gram dan sebuah pipet, tempat menghirup SS. Barang haram yang dikemas di plastik klip berukuran kecil tersebut disembunyikan di dalam bekas bungkus rokok. “Supri mengaku beli ke Rohim. Malam itu juga yang bersangkutan kami buru. Ia kami tangkap atas laporan warga,” jelas AKP Suharsono.

Dab malam itu juga petugas mendatangi rumah Rohim. Dalam penggeledahan, petugas menemukan 4 klip SS yang dikemas diplastik klip berukuran kecil. Masing-masing seberat 0,28 gram, 0,26 gram, dan dua klip seberat 0,25 gram. Selain itu petugas juga mengamankan satu pipet, bong, 30 biji klip plastik dan sebuah handphone. “Infonya beli dari seseorang. Masih kami buru pemasoknya,” tambah AKP Suharsono.

Petugas juga mengamankan sepeda motor nopol NW 4440 TL yang dikendarai Supriyanto saat penangkapan.

Dalam kasus ini, kedua residivis tersebut terancam jerat pasal 114 ayat 1 UU  RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara, berikut denda paling sedikit Rp1 milar paling banyak Rp 10 miliar.

“Mereka juga terancam pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara. Denda paling sedikit Rp 800 juta, paling banyak Rp 8 miliar,” pungkas AKP Suharsono. (gus/iwy)


Bagikan Artikel