Hukum & Kriminal

Merasa Tertipu Rp 40 Juta, Oknum Pegiat Anti Korupsi Dipolisikan


PAJARAKAN – Ahmad (44), warga Desa Alastengah, Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo mendatangi markas Polres Probolinggo, Minggu (5/7). Ahmad datang untuk melaporkan DA, asal Kraksaan, oknum pegiat antikorupsi yang juga menjabat sebagai ketua Aliansi Indonesia Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Ahmad merasa telah ditipu oleh DA sebesar Rp 40 juta.

Ahmad menyampaikan, penipuan yang dilakukan DA terjadi sejak 4 bulan yang lalu. Ketika itu dia didatangi oleh DA di rumahnya. Kedatangan terlapor untuk memberikan jaminan pada Samsudin (30), anak Ahmad, agar tidak diringkus oleh polisi. Sebab, Samsudin telah terlibat kasus perjudian online.

“Macam-macam alasannya, pertama, sekitar 4 bulan lalu. Saya serahkan uang Rp 20 juta. Karena berjanji akan menjamin anak saya supaya tidak diringkus polisi,” kata Ahmad usai melapor di Unit Tipidter.

Kemudian, lanjutnya, selisih satu minggu setelah pertemuan pertama, DA kembali datang ke rumahnya. Dengan berbagai alasan terlapor lagi-lagi meminta uang. Ulah serupa yang dilakukan terlapor terulang hingga 6 kali. Sayangnya, meski uang telah diberikan pada DA,  putra Ahmad masih saja diseret polisi.

 “Bahkan alasannya juga berbeda, salah satunya juga membawa nama Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan. Katanya sih untuk kepentingan acaranya dengan Bapak Kapolres. Kejadiannya ya tahun 2020 ini,” jelasnya.

Untuk membuat Ahmad semakin percaya, terlapor memberikan sticker logo lembaga yang diketuai DA. Stiker itu ditempelkan di pintu rumah Ahmad. Konon, tujuannya agar para petugas kepolisian tidak bisa meringkus anak Ahmad, meskipun tersandung kasus.

“Bahkan kalau sampai ada buser datang ke rumah saya mau menangkap anak saya, disuruh melapor ke dia (DA). Biar nantinya buser itu mau dipindahkan atau diberhentikan dari jabatannya. Tetapi hasilnya, anak saya tetap ditangkap satu bulan yang lalu di rumah,” tuturnya.

Karena merasa ditipu, Ahmad memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut pada Satreskrim Polres Probolinggo. Akibat ulah terlapor, Ahmad merugi uang sebesar Rp 40 juta. “Saya merasa ditipu. Makanya saya laporkan saja,” kata Ahmad.

Sementara itu, Kanit Pidter Satreskrim Polres Probolinggo Iptu Djuwantoro Setyowadi membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini petugas masih akan menerbitkan surat laporannya terlebih dahulu. “Nanti akan segera kami tindaklanjuti,” katanya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel