Hukum & Kriminal

Pasutri Lapor Putrinya Dibawa Kabur

PROBOLINGGO – Pasangan suami istri (pasutri) Marfuah Setiyawati (40) dan Syaiful (42), Rabu (24/6) siang melapor ke Polres Probolinggo Kota. Warga Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo itu melaporkan bahwa putrinya, PM (18) hilang. PM diduga dibawa kabur pria berinisial U.

Kepada petugas, Marfuah menyebut anak semata wayangnya diduga dibawa kabur U dengan mengendarai mobil. Namun, Marfuah mengaku tidak melihat langsung saat anaknya dibawa kabur. Ia mendapat informasi itu dari dari pemilik warung di barat masjid blok Beji, Desa Banjarsari, Sumberasih. Meski tidak melihat langsung, Marfua berani memastikan bahwa yang membawa PM adalah U, yang tinggal di Desa Pesisir, Sumberasih.

Ceritanya, siang itu Marfuah mengantarkan PM hendak mengambil laptop yang sudah tiga bulan dipinjam U. Sebelumnya, PM sudah janjian dengan U melalui telepon. PM diminta menunggu di utara masjid sampau U datang dengan mengendarai bus “Petrik.”

Lantaran U takut dengan Marfua, PM meminta orang tuanya bersembunyi. Itu agar U tidak mengetahui ibu PM. Marfuah mengaku bersembunyi sambil melihat ke arah barat menunggu bus Patrik yang ditumpangi U. “Saya besembunyi sampai leher saya sakit. Tahu-tahu anak saya sudah tidak ada di tempat,” tandasnya.

Padahal, Marfuah tidak melihat kedatangan bus yang dimaksud. Marfuah mengaku  hanya melihat seperti mobil Avanza warna putih putar balik ke arah barat di utara masjid. Setelah itu, Marfuah tidak melihat putrinya lagi. Karena itu, Marfuah keluar dari persembunyiannya dan bertanya kepada pemilik warung. “Kata pemilik warung, putri saya dibawa kendaraan ke arah barat,” katanya.

Ririn, kakak sepupu PM, menyebutkan bahwa sepupunya meminta laptop yang dipinjam U karena akan kuliah. Ririn tidak tahu mengapa PM meminjamkan laptopnya kepada U. “Sepupu saya itu kan mau kuliah. Ya diambil laptopnya,” ujarnya.

U statusnya sudah memiliki istri dan 2 anak. Tetapi U sudah lama tidak menemui istri dan anaknya, karena takut pada warga. U yang tidak diketahui tempat tinggalnya sekarang itu memiliki masalah dengan warga Desa Pesisir, sehingga tidak berani pulang. “Enggak tahu ada di mana. U tidak berani, karena punya salah sama tetangganya,” kata Ririn.

Sementara, atas laporan ini, Kasat Reskrim AKP Heri Sugiono mengatakan akan menyelidiki dan mendalaminya. “Masih kami dalami dan selidiki. Bisa saja kasus ini bukan penculikan,” ujarnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan