Hukum & Kriminal

Foto dan Video Diunggah di Medsos, Lapor Polisi


PROBOLINGGO – Tidak terima foto dan videonya dimuat di postingan Menerima VCS (Video Call Sex) Gratis, gadis berinisial S (17) lapor ke Polres Probolinggo Kota. Yang dilaporkan adalah pria pemilik akun facebook (fb) Cok Sou.

Saat dikonfirmasi pada Senin (22/6) siang, S yang tinggal di Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo membenarkan pelaporan itu. Ia melaporkan kasus tersebut pada Minggu (21/6) lalu bersama saudara laki-lakinya bernama Agus. Hanya, S belum mendapat surat laporan dan diminta membuat surat pengaduan.

S saat ini masih duduk di kelas 2 sebuah SMK negeri di Kabupaten Probolinggo. Ia melaporkan Cok Sou karena telah memosting foto dan videonya. Di atasnya diberi keterangan kalau Cok Sou menerima VCS enggak bayar alias gratis. Selain mencantumkan namanya, postingan status tersebut menyertakan nomor kontak S.

Atas ulah Cok Sou, S merasa tidak nyaman dengan keluarga, tetangga dan teman sekolahnya. S berencana berhenti sekolah jika kasus yang membelitnya tidak selesai. Gadis yang masih berusia 17 tahun tersebut meminta penegak hukum memproses Cok Sou. “Ya dihukum sesuai perbuatannya. Saya malu dan akan berhenti sekolah,” tegasnya.

S kemudian menceritakan perkenalannya dengan Cok Sou. Awalnya, ia berkenalan dengan adik Cok Sou. Dalam perjalanan, adik Cok memosting sesuatu yang tidak disukai S. S kemudian membalasnya. “Kemungkinan Cok Sou tidak terima. Lalu membalas seperti itu,” ujarnya.

Dalam sebuah kesempatan, Cok Sou merekam video call S dan menunjukkan pahanya. S tidak tahu kenapa beberapa hari kemudian, videonya diupload di medsos dengan kalimat seperti itu. “Saya saat di video call itu pakai baju kok. Tapi kenapa kok di video fb jadi seperti itu. Kalau wajahnya, wajah saya. Mungkin diedit,” terangnya.

Tak hanya di medsos, di status WhatsApp (WA) foto dan video dipasang di statusnya.

Sedangkan menurut Agus, pihaknya akan segera menulis laporan atau pengaduan. Ia mengaku pada Minggu petang telah mendatangi Polresta. “Untuk melaporkan kasus ITE. Kami diminta menulis pengaduannya,” katanya.

Agus mengaku sempat berada di ruang penyidik dan menjelaskan kedatangannya. Lalu oleh penyidik, dirinya disarankan menulis pengaduan dan diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta.

Ditanya siapa Cok Sou, Agus menjawab hanya akun abal-abal. “Itu bukan akun asli. Belum tahu siapa yang membuat. Biar dilacak nanti sama polisi setelah kami laporan resmi,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel