Hukum & Kriminal

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Ijazah Palsu


PAJARAKAN – Kasus ijazah palsu mantan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Abdul Kadir kembali bergulir. Satreskrim Polres Probolinggo menetapkan dua tersangka anyar, yang disinyalir terlibat dalam proses pembuatan ijazah tersebut.

Dua tersangka  itu adalah Abdul Rasyid dan mantan Sekretaris Kecamatan  Pajarakan Muhammad Markus Firdaus. Keduanya jadi tersangka setelah dalam persidangan kasus ini telah mengakui keterlibatan dalam pembuatan ijazah Paket C palsu Abdul Kadir, dan menerima “uang pelicin.”

Kasatreskrim AKP Rizky Santoso mengatakan, penetapan status tersangka dilakukan dalam dua tahapan. Tahap pertama, polisi menetapkan Muhammad Markus Firdaus sebagai tersangka, dua pekan lalu. “Selanjutnya kami tetapkan Rasyid sebagai tersangka,” kata Rizky kepada Koran Pantura, Rabu (17/6).

Penetapan kedua tersangka tersebut, kata AKP Rizky, didasarkan hasil pengumpulan bukti-bukti dan keterangan para saksi. Terlebih lagi, kedua tersangka itu sudah mengakui keterlibatannya di hadapan masjelis hakim saat sidang kasus ijazah palsu Abdul Kadir.

Namun, lanjut AKP Rizky, pihaknya belum melakukan penahanan terhadap kedua tersangka baru. Salah satu pertimbangannya, karena tersangka Muhammad Markus Firdaus sedang sakit.

“Saudara Markus meskipun sudah jadi tersangka, tetapi tidak kami tahan karena sakit diabetes. Sedangkan tersangka Rasyid, masih akan kami periksa dulu. Kalau tidak ada gangguan, maka akan ditahan,” terang pria asal Surabaya itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Abdul Kadir dinyatakan bersalah menggunakan ijazah Paket C palsu untuk persyaratan pencalegan dalam Pemilu Legislatif 2019 lalu. Kasus ini telah tuntas disidangkan, dan Abdul Kadir menjalani vonisnya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel