Hukum & Kriminal

Dipicu Nota dan Petis, Pemilik Konter Lapor Polisi


PROBOLINGGO – Karena nota counternya dibuat alas petis yang dibungkus, Waheda Masruroch (32) tidak terima. Pemilik konter Fela Cell di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo tersebut melapor ke Polres Probolinggo Kota. 

Perempuan yang akrab disapa Ega itu kemarin (16/6) pagi mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Ia melaporkan SF dan rekan kerja lainya, karena dianggap menghina atau mencemarkan nama baik konternya. Adapun barang bukti yang dibawa Ega ialah rekaman video saat telapor makan tahu berontak.

Mereka adalah karyawan sebuah produk hand phone yang dipekerjakan di konter Ega. Karena tidak suka dengan sikap atasan karyawan tersebut, pekan lalu Ega memutus kontrak dengan perusahan smart phone itu. Dampaknya, mereka tidak bisa menjual HP produksi perusahaan tersebut di konter Ega.

“Sudah saya tanda tangani putus kontraknya. Bahkan barang-barang dan rak atau etalasenya sudah diambil. Sudah tidak ada permasalahan,” terang Ega.

Tiba-tiba Ega mendapat informasi kalau di status WA salah satu dari mereka ada video yang merekam kegiatan makan tahu atau tahu berontak. Setelah dilihat status tersebut, ternyata benar. Ia melihat kertas nota konter milik Ega dijadikan alas petis yang dibungkus. “Saya tersinggung. Menjelekkan nama konter saya, tersebar lagi,” ujarnya.

Ega menduga video status WA tersebut disengaja. Sebab, gambar video petis bungkus di atas nota tersebut sengaja di-zoom. Bahkan perbincangan antar teman dalam video tersebut membuat Ega marah. ”Saya berharap, pengunggah dan yang merekam diproses secara hukum dan meminta maaf,” pintanya.

Salah seorang yang terlibat dalam video tersebut, Sayfi saat dihubungi mengatakan hal ini hanya salah paham. Ia mencoba menjelaskan dengan mendatangi rumah Ega untuk meminta maaf pada Selasa pagi. Tetapi Ega tidak ada di rumahnya. “Tadi kami ke rumahnya. Mbak Ega tidak ada, hanya ada ibunya,” ujarnya.

Dimungkinkan saat Sayfi datang, Ega sudah berada di markas polresta. Jika sudah dilaporkan, Sayfi hanya bisa pasrah. “Kami menunggu perkembangan dan saran dari polresta dan Mbak Ega,” katanya.

Sementara, Kasatreskrim AKP Heri Sugiono mengatakan masih akan mengecek, apakah  ada pengaduan secara tertulis atau belum. “Saya cek dulu sudah masuk apa belum,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel