Hukum & Kriminal

Kejaksaan Tahan Kades Gunggungan Lor


KRAKSAAN – Kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) yang melilit Kades Gunggungan Lor Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo Hasan Basri, sudah masuk tahap 2, pada Kamis (11/6). Kades Hasan Basri yang sebelumnya ditangguhkan, kini harus kembali masuk tahanan.

Menurut Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Probolinggo Novan Basuki Arianto, berkas pelimpahan kasus kades tersebut sudah P-21 (lengkap) pekan lalu. Kini, pihaknya dalam tahap 2 atau penyerahan barang bukti dan tersangka. Penyerahan itu dilakukan oleh pihak kepolisian pada pihak kejaksaan.

Selanjutnya, kejaksaan menahan Kades Gunggungan Lor untuk keperluan penyidikan. Pihaknya butuh keterangan tersangka untuk melengkapi berkas perkara, yang nantinya akan dikirim ke Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya. “Ya, kades sudah kami tahan setelah dilimpahkan dari pihak kepolisian,” katanya.

Kini, kata Novan, tersangka Kades Hasan Basri sudah menjadi tahanan kejaksaan. Pihaknya belum bisa memastikan bakal menangguhkan penahanan kades tersebut atau tidak. Lagi pula, dari berita yang telah beredar, status kades tersebut sudah diberhentikan sementara. “Belum tahu nanti. Kami butuh untuk keperluan pemberkasan perkara. Karena itu, nantinya akan diajukan ke pengadilan untuk disidangkan,” ungkap pria berkacamata itu.

Namun, lantaran Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kraksaan tidak menerima tahanan selama pandemi corona ini, pihaknya pun terpaksa harus menitipkan tahanan tersebut di Mapolres Probolinggo. “Sebelumnya kami titipkan di Rutan Kraksaan. Tetapi sekarang Rutan tidak terima tahanan, jadi kami titipkan di polres,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kades Hasan Basri dijebloskan ke penjara lantaran diduga melakukan penyelewangan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2015-2016 dengan nominal Rp 195 juta. Kasus tersebut sudah berjalan sejak 2019 lalu. Kades Hasan Basri sudah ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (27/2) lalu. (yek/iwy)


Bagikan Artikel