Hukum & Kriminal

Tertipu Arisan Online, Emak-Emak Lapor Polisi


PROBOLINGGO – Merasa tertipu arisan online, emak-emak mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian (SPKT) Polres Probolinggo Kota, Senin (8/6) sekitar pukul 10.00. Mereka melaporkan FV, seorang wanita pemilik akun facebook @fannykitty alias Chafani Nez Nez yang merupakan pengelola arisan online tersebut.

FV berasal dari Pohsangit Leres, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, tetapi kini tinggal di rumah kos di Jalan Mastrip, Kota Probolinggo. Ia dilaporkan atas kasus dugaan penggelapan dana arisan online. Ada sekitar 40 nasabah yang dirugikan atas ulahnya.  FV kini disebutkan sudah menghilang dan akun facebook-nya sudah dihapus.

Karena FV sulit dihubungi dan dicari, dua anggota arisan, yaitu Dewi Mike Oktavia dan Pipit Nurcahyo kemarin melapor ke polresta. Kedok penipuan arisan online dengan sistem list menurun itu terbongkar setelah peserta nomor urut tiga dan empat tidak dibayar. “Peserta nomor urut 1 dan 2 lancar. Mereka terima uangnya. Nah urutan 3 dan 4 bermasalah. Sejak itu, kami curiga,” kata Dewi.  

Menurutnya, anggota arisan berjumlah 40 orang dan masing-masing giliran akan mendapatkan uang Rp 10 juta. Dewi mengaku berada di urutan 28 dan total uang yang disetor melalui transfer ke pemilik arisan sudah berjumlah Rp 2,2 juta. “Setelah urutan 3 dan 4 yang ngena, kacau. Kami diberhentikan. Sedangkan uangnya tidak dikembalikan,” jelasnya.

Sistem arisan ini menurut Dewi berurutan menurut daftar atau list menurun. Artinya, dari nomor 1 hingga nomor 40, berbeda pembayarannya. Untuk Dewi sendiri membayar Rp 200 ribu per pekan dan dapatnya arisan sama, yakni sebesar Rp 10 juta.

Sejak kacau, FV kabur. “Dicari ke kosannya sudah tidak ada. Kunci kosnya dititpkan ke orang. AKhirnya, kami lapor,” ujarnya.

Dewi kenal FV di facebook. Pembayaran arisan melalui online. Dewi yang tinggal di Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo masuk klaster arisan berbeda dengan Pipit. “Kalau kelompok saya jumlahnya 40 orang. Enggak tahu kalau kelompok mbak Pipit dan yang lain,” kata Dewi.

Sedangkan Pipit Nurcahyo mengaku sering bertatap muka dengan FV. Sebab, terlapor setiap pembayaran atau setiap minggu ke rumahnya. Pipit yang tinggal di Jalan Ikan Kerapu, Kelurahan/Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo ini membayar arisan setiap minggu secara offline. “Saya setiap minggu bayar ke orangnya Rp 310 ribu. FV sendiri yang datang ke rumah. Dapatnya sama, Rp 10 juta. Uang saya yang sudah masuk Rp 500 ribu,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono menyebutkan, kaum emak-emak tersebut ikut arisan online. Saat tiba waktunya menerima arisan, pengelola arisan tidak bisa dihubungi. “Ibu-ibu itu merasa ditipu, jadi mereka lapor. Masih kami pelajari dulu dan tindaklanjuti,” kata mantan Kasat Reskrim Blitar ini. (gus/iwy)


Bagikan Artikel