Hukum & Kriminal

Awas, Teror Pemotor Cabul di Probolinggo


DRINGU – Dalam kurun waktu sebulan terakhir, kaum hawa di 3 kecamatan di Kabupaten Probolinggo seakan mendapatkan teror dari pengemudi sepeda motor yang memiliki perilaku cabul. Pemotor ini disebutkan suka menguntit pengendara motor perempuan, lalu meremas payudaranya.

Sudah ada 3 orang yang menjadi korban pemotor cabul itu. Berdasar informasi yang dihimpun Koran Pantura, pemotor cabul itu beraksi di sepanjang ruas jalan desa di 3 kecamatan berbeda, yakni Dringu, Leces, dan Banyuanyar.

Walau beraksi di tiga kecamatan berbeda, namun pelakunya diduga kuat adalah orang yang sama. Sebab, keterangan para korban menyebut pelakunya memiliki identitas yang sama, yaitu menggunakan sepeda motor sport merk Yamaha Vixion warna putih tanpa plat nomor. Sedangkan pelaku menggunakan helm dan bermasker untuk menyamarkan identitasnya.

Salah satu korban berasal dari Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu. Ia mengaku menjadi korban pelecehan seksual tersebut pada Sabtu (6/6) petang. Saat itu dirinya sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya, dengan mengendarai sepeda motor. Namun ketika melintas di ruas jalan Desa Sumbersuko yang dikenal minim penerangan, dirinya dikuntit oleh seseorang dari belakang dengan menggunakan sepeda motor sport.

Sejurus kemudian pelaku langsung menyalip korban dari arah kanan. Dan saat dalam posisi sejajar, tangan pelaku beraksi dengan meremas bagian dada korban. Itu membuat korban terkejut hingga kehilangan kendali atas sepeda motornya. Korban sempat terjatuh. Sedangkan pelaku langsung kabur dengan kecepatan tinggi.

Saifullah, salah seorang perangkat Desa Sumbersuko mengatakan, aksi cabul ini terjadi kedua kalinya. Jumat malam sebelumnya, ada warga yang melaporkan kejadian serupa. Namun kejadian itu terjadi di Desa Sumberagung, yang merupakan tetangga Desa Sumbersuko. “Salah satu korbannya yakni warga kami bahkan mengalami luka-luka akibat terjatuh dari sepeda motornya,” ujarnya, kemarin (7/6).

Bhabinkamtibmas Polsek Dringu Bripka Joko Santosa saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan terkait aksi begal payudara tersebut. Menurutnya laporan tersebut sudah disampaikan dan dikoordinasikan kepada pihak Polsek Dringu. “Selanjutnya kami akan intensifkan patroli rutin di sepanjang jalur rawan tersebut,” katanya.

Sementara, Arif Budianto selaku operator Desa Clarak, Kecamatan Leces menyebutkan bahwa salah satu warga desanya juga telah menjadi korban aksi pemotor cabul. Namun karena malu, korban tidak melaporkannya kepada pihak kepolisian. “Warga sini juga ada yang jadi korban mas, tapi tak berani melapor,” ujarnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel