Hukum & Kriminal

Warga Satreyan Maron Dirampok Tetangga Desanya


MARON – Maria Adnani alias Meri, warga Desa Satreyan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo jadi korban perampokan, Kamis (15/5) malam lalu. Ia dibekap dan diseret ke dalam kamar di rumahnya. Ada dua pelaku yang mengincar harta bendanya. Mereka adalah tetangga Meri sendiri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Pantura, pada saat Kamis petang Meri tengah bermain HP di teras depan rumahnya. Beberapa saat kemudian, Meri mencium bau asap rokok dari dalam rumahnya. Padahal Meri hanya seorang diri di rumahnya kala itu. Karena merasa curiga, Meri bergegas masuk ke dalam rumah untuk mengecek asal bau rokok tersebut.

Ketika hendak beranjak dari teras, tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang langsung membekap Meri. Meri pun berontak. Namun ia kalah tenaga. Meri langsung diseret ke dalam salah satu kamar di rumahnya yang ternyata sudah diacak-acak oleh seorang perampok lainnya.

Ketika berada di dalam kamar, alangkah kagetnya Meri karena ia mengenal kedua perampok. Yang membekapnya adalah Indra Jaya. Sementara yang mengacak kamarnya adalah Totok Efendi. Keduanya adalah tetangganya sendiri alias warga Desa Satreyan.

Kapolsek Maron Iptu Samiran menerangkan, Meri terus berontak dan berusaha melepaskan diri dari bekapan perampok yang sedari awal membekapnya. Kedua perampok kemudian mencoba merampas HP yang dipegang oleh Meri. “Setelah HP-nya dirampas, korban (Meri) sempat berhasil merebut kembali HP itu dan meletakkannya di bawah kasur,” ungkap Kapolsek, Minggu (17/5/20).

Setelahnya, leher Meri langsung dikalungi celurit dan kedua tangannya diikat oleh perampok. Lantas setelah itu, kedua perampok bergantian mengancam Meri dengan celurit yang dikalungkannya ke leher korban. Mereka meminta Meri tidak menceritakan kejadian itu kepada siapapun.

“Kemudian korban dalam kondisi terikat dan dibekap dengan kerudung dan didorong hingga jatuh ke kasur. Selanjutnya kedua pelaku kabur dengan membawa HP korban melalui pintu dapur. Setelah memastikan kondisi aman, korban merangkak keluar dari kamar dan berteriak minta tolong kepada warga,” terang Kapolsek.

Setelah ditolong warga, korban langsung melapor ke Polsek Maron. Selanjutnya anggota Unit Reskrim Polsek Maron memburu para pelaku. “Kedua pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan dari rumahnya masing-masing di Dusun Krajan Desa Satreyan pada Kamis malam sekitar pukul 23.00,” ujarnya.

Adapun jerat hukum yang dikenakan kepada kedua pelaku yakni KUHP pasal 365 tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan. “Ancaman hukumannya kurungan penjara paling lama 12 tahun,” tegas Kapolsek. (tm/eem)


Bagikan Artikel