Hukum & Kriminal

Spesialis Pencuri Motor di Masjid Berhasil Dibekuk


PROBOLINGGO – Pelaku pencurian sepeda motor di Masjid Baitussalam, Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, beberapa hari lalu, berhasil dibekuk.  Dua pencuri motor milik Marsuki (53) itu berhasil ditangkap seluruhnya.

Dua orang itu adalah Rosi (26), warga  Dusun Embong Cangka, RT 16 RW 4, Desa Malasan Kulon, Kecamatan Leces, dan Abdullah (29), warga Dusun Kebondeli Selatan, RT 03 RW 07, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.  

Keduanya ditangkap petugas Satreskrim Polres Probolinggo Kota. Namun, Abdullah diserahkan ke Polres Lumajang, karena menjadi buruannya. Selain itu, tersangka Abdullah lebih banyak melakukan pencurian di wilayah Polres Lumajang. “Abdullah lebih awal kami tangkap. Karena buruan dan TKP-nya lebih banyak di Polres Lumajang, kami serahkan ke sana,” ujar Kasat Reskrim Heri Sugiono, Senin (4/5) siang.

Selain mengamankan dua pelaku, Satreskrim juga mengamankan 2 orang penadahnya. Mereka adalah Rohman (23), warga Dusun Krajan 02 RT 10 RW 03 Desa Alun-alun Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, dan Dullah Mahendra (26), warga Dusun Sumambito RT 04 RW 01 Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.    

Kasus dengan barang bukti 2 unit sepeda motor tersebut dirilis pada Senin (4/5) siang.   Wakapolresta Kompol Teguh Santoso menjelaskan, tersangka Rosi pada Minggu (22/3) lalu pukul 18.00 mencuri sepeda motor bernopol  N 6809 SY milik Marsuki. Motor matik putih tersebut dicuri dari area masjid saat pemiliknya shalat maghrib.

Korban yang tinggal di Dusun Pacar, RT 02 RW 07 Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo kemudian melapor ke Polres Probolinggo Kota. Tak lama kemudian petugas Satreskrim berhasil membekuk kedua pelaku. “Kemudian kami kembangkan. Ternyata motor curiannya dijual ke Rohman. Pengakuan Rosi, laku Rp 2,2 juta,” ujar Wakapolresta.

Saat ditanya, Rohman mengaku motor yang dibelinya dari tersangka Rosi telah dijual ke Dullah Mahendara, dan laku Rp 2,7 juta. Ditambahkan, pelaku Rosi dan Dullah merupakan spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di area masjid. “Mencuri motor yang pemiliknya tengah shalat,” tambah Wakapolresta.

Rosi mencuri sepeda motor sebanyak 8 kali. Sedangkan aksi bersama Dullah dilakukan   6 kali. Dullah juga mengaku pernah mencuri dengan pelaku lain yang bernama Misrat, sebanyak 6 kali. Misrat sudah diringkus sebelumnya bersama Atnadi, saat mencuri sepeda motor di masjid di wilayah Tongas. “Keduanya ditangkap massa. Sepeda motor pelaku dibakar warga,” sambungnya.

Dari kasus pencurian di masjid ini polisi mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor matik, uang tunai Rp 530 ribu dan STNK. Aksi pencurian tersebut membuat Marsuki pemilik sepeda motor merugi sekitar Rp 10 juta. “Tersangka kami jerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” kata Kompol Teguh Santoso. (gus/iwy)


Bagikan Artikel