Hukum & Kriminal

Selingkuh dengan Istri Sepupu, Tewas Dibacok 27 Kali


PROBOLINGGO – Kasus pembunuhan terhadap Sahabon (33) di jalan Desa Tunggakcerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Selasa (21/4) sekitar pukul 15.00 lalu akhirnya terungkap gamblang. Kasus ini dilatari perkara asmara. Ini diakui tersangka pelaku, bahwa ia membacok korban hingga tewas karena telah berselingkuh dengan istrinya. 

Pengakuan tersebut disampaikan tersangka pelaku, yaitu Husni Mubarok (33) di hadapan wartawan dalam pers rilis, Rabu (22/4) siang di markas Polres Probolinggo Kota. Menurut Husni, korban yaitu Sahabon masih merupakan sepupu dan tetangga dekatnya. Namun, Sahabon  telah menjadi biang perceraian dengan istrinya. Sahabon telah berselingkuh dengan istri Husni   satu tahun yang lalu, sehingga menyebabkan perceraian.

Saat rilis, Husni mengaku membacok korban karena sakit hati. Sahabon disebutkan kabur   selama setahun di Bali. Saat tahu Sahabon pulang dari pelarian, Husni sengaja melampiaskan dendamnya. “Infonya, kabur ke Bali bersama istrinya selama satu tahun. Saya lampiaskan sakit hati saya. Saya bacok hingga pegangan atau gagang celurit saya lepas Pak,” aku Husni.

Kasat Reskrim AKP Heri Sugiono menjelaskan, tersangka mengaku membacok korban sendirian, bukan keroyokan. Korban yang tinggal di RT 1 – RW 4 Dusun Tancak, Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto itu dibacok saat mengendarai sepeda motor. “Korban dibacok dan jatuh dari sepeda motornya. Melihat korbannya tak berdaya, pelaku membacok bertubu-tubi sampai   27 kali bacokan,” jelasnya.

Tahu musuhnya tewas, tersangka kabur dengan sepeda motornya. Tak beberapa lama, petugas berhasil menangkap pelaku yang bersembunyi di rumah salah seorang temannya. Husni kemudian diamankan di markas Polsek Wonomerto dan selanjutnya dibawa ke markas polresta. “Saat itu juga pelaku kami mintai keterangan. Termasuk saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP),” kata AKP Heri.

Dalam kejadian ini, Sahabon tewas dengan banyak luka bacok di tubuhnya. “Luka di wajah, leher, telinga hampir putus dan beberapa bagian tubuh lainnya. Luka parah sehingga korban meninggal di TKP,” tambah AKP Heri.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka Husni di lokasi kejadian di antaranya satu unit sepeda motor Vega bernopol W 2063 ZA, sebilah celurit tanpa gagang, jaket warna kombinasi hitam dan putih, celana kolor pendek warna coklat.

Sementara barang bukti yang diamankan dari korban Sahabon ialah sepeda motor jenis laki-laki tanpa plat nomor. Berikutnya, jaket kulit warna hitam, celana blue jeans pendek, ikat pinggang, kaos singlet hitam, sarung hitam motif warna putih, celana dalam biru, sandal jepit biru dan kartu keluarga (KK).

Dalam kasus ini, tersangka Husni dijerat pasal 340 KUHP. Ancaman hukumannya 20 tahun penjara. (gus/iwy)


Bagikan Artikel