Hukum & Kriminal

Diduga karena Asmara, Pria Tewas Dianiaya


PROBOLINGGO – Seorang pemuda berinisial SB (35) asal RT 1/RW 4, Dusun Tancak, Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, tewas bersimbah darah. Lelaki lajang itu dibacok saat melintas di jalan Desa Tunggakcerme, Selasa (21/4) sore.  

Diduga, korban dianiaya sekelompok pemuda yang belum diketahui identitasnya.  Aksi penganiayaan itu ditengarai dipicu perkara asmara.

Berdasar informasi yang dihimpun di lokasi, korban sore itu mengendarai sepeda motor sendirian. Saat melintas di jalan Desa Tunggakcerme dari arah barat ke timur, mendadak korban dipepet dan dihentikan beberapa pemuda penunggang motor. 

Lalu, tanpa banyak bicara, mereka menganiaya korban  menggunakan senjata tajam. Perkelahian tak seimbang itu membuat korban ambruk. Ia terluka bacok di beberapa bagian tubuhnya. Bahkan lengan kiri korban putus. Lehernya pun terluka bacok serius hingga korban meregang nyawa.

 Setelah korbannya tidak berdaya, pelaku kabur. Tak lama kemudian warga sekitar menghubungi polisi terdekat. Polisi kemarin sudah berhasil mengamankan satu tersangka pelaku. “Pelaku inisial HM sudah kami amankan. Saat ini masih dalam pemeriksaan. Anggota juga masih melakukan pengamanan dan memburu pelaku lain,” ujar Kapolresta Probolinggo AKBP Ambariyadi Wijaya, Selasa petang.

Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi penganiayaan itu dipicu asmara. Pelaku cemburu terhadap korban. Saat ini, pelaku diamankan di polresta, berikut sepeda motor sport putih milik korban.

Sementara menurut Ruslan, warga Dusun Pancak, korban kemarin melaju dari arah barat  mengendarai sepeda motor laki-laki warna putih tanpa plat nopol. Korban dikuntit sejumlah pemuda yang juga mengendarai sepeda motor. Begitu dekat, korban dipepet dan langsung dibacok. Setelah itu pelaku kabur ke ke arah timur. “Saya tidak tahu pasti. Itu kata warga yang sempat melihat kejadian ini,” Katanya.

Menurutnya, SB pernah kabur ke Malang. Sekitar dua minggu lalu, SB pulang ke rumahnya. Ruslan mengaku tidak tahu penyebab menghilangnya SB dari desanya. Korban menghilang sekitar 4 bulan lamanya. “Enggak tahu persoalannya. Mungkin dikira sudah aman, dua minggu lalu korban pulang. Nggak tahunya terjadi seperti ini,” beber Ruslan. (gus/iwy)


Bagikan Artikel