Hukum & Kriminal

Waspada, Curanmor Makin Marak di Kota Probolinggo


PROBOLINGGO – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kini menimpa H Dharmin (52), warga Jl Indragiri, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran Kota Proboliggo. Sepeda motor Scoopy miliknya digondol maling dari samping rukonya.

Saat dikonfirmasi kemarin (16/4), Dharmin menyebut sepeda motornya dicuri pada Selasa (14/4) pukul 13.00. Sepeda motor warna hitam yang dibeli kontan seharga Rp 19,7 juta pada Desember 2019 lalu itu digondol pencuri di samping ruko (rumah dan toko) di Jalan Indragiri.

Dharmin yang pensiunan pegawai PLN itu tidak mengetahui jumlah pelakunya. Sebab, saat pelaku melancar aksinya, Dharmin berada di dalam toko. Sedangkan istrinya sedang shalat dzuhur. “Ya, tidak kelihatan karena terhalang dinding tembok. Saya kira sudah aman, karena motor itu dari luar tidak kelihatan. Tertutup meja jualan,” ujarnya, kemarin.

Dharmin tidak begitu memperhatikan pelaku yang masuk ke tempat parkir sepeda motornya. Mengingat, siang itu ia melayani pembeli yang lagi banyak. Dharmin tahu motornya hilang saat keluar lantaran sudah sepi pembeli. “Saya keluar, motor sudah tidak ada,” katanya.

Bapak dua anak ini mengatakan, kontak sepeda motornya dibiarkan menempel di sepeda motornya. Bahkan STNK sepeda motor bernopol N 4802 QH tersebut juga disimpan di bawah jok. “Maunya tidak melapor. Karena STNK-nya ikut dibawa pencuri, akhirnya saya melapor,” ujar Dharmin yang telah melaporkan kejadian itu ke polresta, Rabu lalu. 

Setelah kehilangan motor, Dharmin langsung beli motor baru lagi agar aktivitas usahanya tidak terganggu. “Biarlah yang hilang, jangan dipikirkan. Ini saya beli lagi. Ya untuk aktifitas kami. Beli kontan Rp 20,5 juta,” katanya.

Sementara, curanmor juga menimpa seorang pembeli di Toko Mekar Jaya Abadi di Jalan Gatot Soebroto. Siane, pemilik toko yang menjual bahan bangunan tersebut membenarkan kalau ada salah satu pembelinya yang kehilangan sepeda motor matic Scoopy saat diparkir di depan tokonya. “Ya benar. Korban membeli kuas. Itu pelanggan saya, tetapi saya tidak tahu rumahnya,” ujarnya kemarin.

Menurutnya, korban sudah langsung melapor ke Polsek Mayangan. “Memang dari dalam toko tidak kelihatan. Terhalang barang dagangan. Jadi tidak ada yang tahu. Tidak ada juru parkir,” katanya.

Atas kasus-kasus ini, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi membantah kondisi ini disebut sebagai dampak dibebaskannya para napi. Menurut analisanya, situasinya saja yang mendukung. “Karena situasi saja. Pemiliknya lengah dan tidak memarkir kendaraannya dengan aman. Pelaku akan mencuri, kalau ada kesempatan dan niat,” ujarnya.

Kapolresta berterus terang, anggotanya fokus pada pencegahan penyebaran virus corona. Sehingga, tugas pengamanan tidak maksimal. Anggotanya bekerja dari pagi hingga malam untuk urusan virus Covid-19.

“Mereka capek. Sehingga pengamanan tidak maksimal. Kami mohon masyarakat ikut serta mengamankan barangnya dan lingkungannya. Kami akan menambah personil pengamanan. Terutama di titik rawan pencurian,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel