Hukum & Kriminal

Bandel Keluyuran saat Darurat Corona, Diancam 3 Tahun Penjara


KRAKSAAN – Status darurat corona (Covid-19) bukan lagi candaan. Polres Probolinggo dengan tegas melarang warga keluyuran dan berkerumun. Jika masih ditemukan bandel keluyuran, warga bisa dijerat pasal berlapis, dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara.

Wakapolres Probolinggo Kompol Agung Setyono mengatakan, warga yang ngeyel keluyuran di masa darurat corona akan dijerat pasal 212, 216, 218, KUHP. Isinya, barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam dengan pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan.

Kedua, dijerat UU nomor 4 tahun 1984 dan Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2, tentang wabah penyakit. Barang siapa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 1 tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 1 juta.

Ketiga, dijerat  UU nomor 6 tahun 2018 pasal 59 dan 93 tentang karantina kesehatan, dengan ancaman hukuman 1 tahun dan denda Rp 100 juta. “Semata-mata demi keselamatan masyarakat selama masa darurat corona. Jika melawan dan melanggar, bisa dijerat pasal berlapis,” ujar Kompol Agung kepada Koran Pantura, Rabu (25/3).

Kompol Agung menyatakan, pihaknya akan memperketat patroli di seluruh wilayah. Patroli itu akan dilakukan selama 4 kali dalam sehari.  Yaitu, pagi, siang, sore, dan malam. “Kami harap warga mentaati aturan ini untuk sementara waktu,” terangnya.

Pihaknya sudah intens melakukan patroli untuk memberikan edukasi kepada warga terkait wabah corona. Selanjutnya, pihaknya akan dengan tegas membubarkan warga yang nongkrong tanpa ada keperluan ataupun kepentingan yang sangat urgen.

“Sampai dengan ada pengumuman resmi dari pemerintah, bahwa masa darurat corona telah berakhir, kami minta warga untuk menahan diri untuk tidak berkeliaran,” kata Kompol Agung Setyono.

Karena itu, menurutnya, apabila nanti masih ada warga yang bandel keluyuran tanpa kepentingam mendesak, lanjut Wakapolres, pihaknya tak segan-segan akan memberikan tindakan tegas, Sebab, ulah warga yang ngeyel itu justru membahayakan dirinya sendiri dan orang di lingkungannya.

“Kita semua tidak tahu virus itu ada di mana. Tetapi kalau ngeyel dan akhirnya terjadi hal yang tidak diinginkan, tentu akan membahayakan diri sendiri dan orang di sekitarnya. Kami akan bertindak tegas,” ungkapnya.

Pihaknya akan menyeret orang tersebut ke ranah hukum, sesuai aturan yang berlaku. Kompol Agung menjelaskan, orang yang ngeyel tidak mengindahkan peraturan, apalagi melawan petugas saat penertiban, akan dijerat 3 pasal sekaligus. Ancaman hukumannya 3 tahun penjara. (yek/iwy)


Bagikan Artikel