Hukum & Kriminal

Catut Nama Kejari, Oknum LSM Peras Kades Rp 10 Juta


PAJARAKAN – Seorang oknum LSM berinisial HK, dilaporkan ke Polres Probolinggo, Senin (23/3). Ia dilaporkan lantaran diduga melakukan pemerasan pada Kepala Desa/Kecamatan (Kades) Krucil Hasan Sukarwi. Bahkan dalam pemerasan itu, ia mencatut nama Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo.

Usai pelaporan di SPKT Polres Probolinggo, Kades Hasan menyampaikan, pihaknya merasa tidak mengenal pada oknum LSM tersebut. Tiba-tiba, pada Jumat (20/3) lalu, ia dihubungi oleh oknum tersebut. Dalam obrolannya, ia dilaporkan oleh oknum itu ke kejaksaan.

Oknum LSM itu melaporkan dirinya, lantaran diduga banyak pembangunan fisik desanya yang tak terealisasi. “Oknum itu bilang, kalau tidak mau dipanggil ke Kejaksaan, ketemu dia di Kraksaan,” kata kades.

Karena dirinya yang awam atas hukum, Kades Hasan pun langsung beranjak dan menemui oknum tersebut. Dalam pertemuan itu, dirinya didesak dan diperas dengan berbagai alasan. Hingga akhirnya, kades Hasan diminta uang sebesar Rp 10 juta oleh oknum tersebut. “Saya kasihkan terus pulang,” ujarnya.

Usai pertemuan itu, Kades Hasan lantas menghubungi Kasi Intel Kejaksaan setempat. Ia menceritakam musibah yang menimpanya. Ternyata yang bersangkutan tidak merasa adanya laporan apapun yang masuk. “Kejaksaan justru tidak tahu apa-apa saat saya telpon,” tuturnya.

Dari keterangan itu, Kades Hasan pun merasa tertipu oleh oknum tersebut. Pihaknya memutuskan untuk melaporkan kejadian yang menimpanya pada SPKT Polres Probolinggo. “Saya laporkan karena saya merasa ditipu dan diperas,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riski Santoso menyampaikan, pihaknya sudah menerima laporan tersebut. Selanjutnya, polisi akan mendalami dan mengumpulkan bukti -bukti. “Sudah kami terima dan akan kami proses secepatnya,” ungkapnya.

Terpisah, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Agus Budiyanto menyampaikan, pihaknya mengetahui atas ulang oknum tersebut. Atas kejadian itu, pihaknya merasa dirugikan dan dilecehkan. Sebab, oknum itu membawa nama baik dirinya dan instansinya pada kepentingan sepihak dan dipergunakan untuk merugikan orang lain.

“Saya tahu saat kades itu telpon saya. Mendengar penjelasan kades itu saya marah. Karena saya tidak tahu apa-apa dan dilibatkan dalam aksi pemerasan kades. Saya tentu merasa dirugikan dalam hal ini,” geramnya. (yek/awi)


Bagikan Artikel