Hukum & Kriminal

Alfamart Dirampok, Gasak Uang Rp 11,7 Juta


PROBOLINGGO – Tindak kejahatan di Kota Probolinggo rupanya kian marak. Setelah kejadian aksi pencurian motor, pembacokan, kini terjadi perampokan. Sebuah minimarket Alfamart di Jalan Basuki Rahmat, Senin (25/2) sekitar pukul 20.00 kemasukan perampok.

Pelaku yang terdiri atas dua orang itu berhasil menggasak uang sekitar Rp 11,7 juta. Aksi perampokan itu sempat terekam CCTV, namun Polres Probolinggo Kota enggan menunjukkan ke wartawan. Alasannya, aksi pembobolan itu masih dalam penyelidikan.

Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang Effendi, Selasa (25/2) siang menjelaskan, Alfamart itu lokasinya di pertigaan Jl Basuki Rahmat dengan Jl Hayam Wuruk. Berdasar keterangan saksi, pelakunya dua orang pria. “Yang satu pakai jaket dengan tutup kepala. Satunya pakai jaket biasa dan berhelm,” ujarnya.

Dua pelaku masuk Alfamart sambil mengancam dua pramuniaga. Karena takut dengan ancaman pelaku, pramuniaga yang bertugas malam itu terpaksa menunjukkan tempat menyimpan uang di belakang. “Enggak jelas tuh aksinya. Tiba-tiba pelaku dari belakang dan membawa uang. Dari rekaman CCTV yang kami lihat,” katanya.

AKP Nanang tidak menyebutkan kerugian yang diderita Alfamart atas aksi perampokan tersebut. Pihaknya belum memperoleh keterangan utuh dari saksi yang menjaga toko saat kejadian berlangsung. “Pemeriksaan saksi belum selesai. Jadi keterangannya belum utuh. Ya, tentu kami selidiki dan dalami peristiwa ini,” pungkasnya.

Saat wartawan mengorek berita di mapolresta kemarin, ada tiga pria karyawan Alfamart. Masing-masing berseragam baju merah, hitam-hitam dan seorang lagi berpakaian bebas. Mereka mengakui dari Alfamart. Tetapi mereka mengaku tidak tahu pasti kejadian tersebut. “Dari Alfamart. Kami tidak tahu pasti kejadiannya,” ujar salah satu dari mereka.

Ia mengatakan, kalau uang yang dibawa kabur pelaku sekitar Rp 11.700.00. Pria itu juga mengaku tidak tahu, karyawan yang bertugas di toko saat kejadian. Ia meminta wartawan untuk bertanya langsung ke karyawan yang menjaga toko saat peristiwa pencurian tersebut berlangsung. “Saya tidak tahu soal kronologinya,” tandasnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel