Hukum & Kriminal

Pungli Rp 120 Juta, Kades Haris Divonis 16 Bulan Penjara


KRAKSAAN – Sidang kasus pungutan liar (pungli) dengan terdakwa Kepala Desa (Kades) Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo Ahmad Haris, sudah masuk babak akhir. Dalam sidang putusan yang digelar di PN Tipikor Surabaya, Senin (24/2), Haris dijatuhi vonis 1 tahun 4 bulan dengan denda Rp 50 juta.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Novan Basuki Arianto mengatakan, dalam sidang putusan itu Haris dijatuhi hukuman 1 tahun 4 bulan dengan denda uang sebesar Rp 50 juta. Jika denda tidak dipenuhi, akan diganti kurungan penjara selama 6 bulan.

Kata Novan, vonis yang dijatuhkan pada terdakwa terbilang lebih rendah dari tuntutan. Sebelumnya, jaksa menuntut hukuman 2 tahun kurungan penjara dan denda minimal Rp 50 juta.

“Pada sidang tuntutan, kami dakwa 2 tahun penjara dengan denda 50 juta. Akan tetapi setelah diputus hanya dua pertiga tuntutan. Yaitu menjadi 1 tahun 4 bulan dengan subsider 50 juta,” kata Novan saat dikonfirmasi via telepon.

Ia menambahkan, dengan jatuhnya vonis itu, kades tersebut terbukti melakukan tindak pidana pungli. Pasal yang dibuktikan dalam kasus tersebut adalah Pasal 11 UU Tipikor tentang suap, dan Pasal 12 Huruf E UU Tipikor tentang pemerasan.

Dalam pasal itu dinyatakan, pegawai negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri.           

“Dengan putusan hakim itu, maka terdakwa terbukti bersalah. Hukuman yang menjeratnya terhitung dari pertama kali masuk,” ungkap pria berkacamata itu.

Sementara itu, Kuasa Hukum Ahmad Haris, Mustadji mengatakan bahwa pihaknya selaku penasehat hukum terdakwa sangat menghormati keputusan hakim dalam sidang. Meskipun putusan hakim terhadap kliennya, dinilai sangat memberatkan.

“Namun setelah berkoordinasi dengan terdakwa, yang bersangkutan menerima putusan hakim sehingga kami pun menghormati putusan terdakwa yang menerima itu dan tidak akan melakukan banding,” kata Mustadji.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Probolinggo menahan Ahmad Haris, pada Rabu (23/10) silam. Kades Jabung Candi itu ditahan atas laporan dari Duralim, yang merupakan Perangkat Desa Jabung Candi atas dugaan pungli jual beli tanah milik korban, pada 28 Oktober 2018 lalu sebesar Rp 120 Juta.

Oleh penyidik, Haris diancam hukuman 4-20 tahun penjara atau denda sebesar Rp. 200 juta sampai 1 Milliar. Sedangkan kasus Ahmda Haris ini, dinyatakan sempurna (P21) oleh pihak Kejari Kabupaten Probolinggo pada Jumat (6/12). (yek/iwy)


Bagikan Artikel