Hukum & Kriminal

Diselingkuhi, Bacok Rekan Kerja Istri


PROBOLINGGO – Kasus pembacokan di depan pabrik garment PT Tjiwulan Putra Mandiri, Selasa (18/2) sore lalu berhasil diungkap Polres Probolinggo Kota. Polisi telah menangkap Solehudin (25), pria yang tega membacok Andriyanto (35), pekerja PT Tjiwulan saat hendak pulang, sore itu.

Pembacokan ini ternyata dilatari perselingkuhan. Istri Solehudin (25) disebutkan juga bekerja di PT Tjiwulan, dan menjalin asmara dengan rekan kerjanya, yaitu Andriyanto. Solehudin yang tidak tahan dengan perselingkuhan itu akhirnya nekat membacok Andriyanto.

Hal tersebut diungkap tersangka pelaku Solehudin saat dihadapkan pada media, Rabu (18/2) pukul 13.30 di markas Polres Probolinggo Kota. Ia mengaku telah memergoki istrinya berboncengan dengan korban (Andriyanto) dan masuk ke salah satu rumah kos. Hanya, Solehudin tidak menjelaskan lokasi rumah kos yang dimaksud.

Karena tak mau ramai di rumah orang, Solehudin memilih pulang. Ia kemudian mencari waktu yang tepat untuk menghabisi korban. Akhirnya, Solehudin melampiaskan amarahnya pada Selasa (18/2) sore itu. Solehudin membacok Andriyanto saat pulang kerja di depan pabrik yang berlokasi di depan Jl Anggrek.

Korban kena bacok dua kali, hingga roboh tak sadarkan diri di Pos Lantas perempatan Pilang, Kecamatan Kademangan. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Dr Moh. Saleh.

Kepada Kapolresta AKBP Ambariyadi Wijaya, pelaku Solehudin membacok korban dua kali saat diatas sepeda motornya. Bacokan pertama mengenai perut dan bacokan kedua mengenai pinggul.

Dalam kondisi berdarah-darah, Andriyanto menyelamatkan diri di Pos Lantas. Sedagkan pelaku kabur ke arah utara setelah membuang celuritnya di bawah truk yang tengah parkir di Jl Anggrek.

Solehudin mengaku saat itu ia kabur ke Taman Maramis, selatan Perumahan Asabri. Jaket yang penuh darah lebih dulu dibuang, kemudian cuci tangan. Saat tengah berbincang dengan rekannya, Solehudin ditangkap anggota Opsnal Polres Probolinggo Kota yang memburunya. Saat itu sekitar pukul 20.00. Setelah itu, Solehudin langsung dibawa ke markas Polresta.

Dalam rilis kemarin, Solehuddin mengaku sudah satu tahun tidak berkumpul dengan istrinya. Ia tinggal di rumah kos di Kelurahah Ketapang, Kecamatan Kademangan. Sedangkan istrinya tetap tinggal di rumahnya di Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. “Tapi kami belum cerai Pak,” ujar Solehudin kepada Kapolresta.

AKBP Ambariyadi Wijaya lalu menjelaskan, sebelum melakukan pembacokan, Solehudin lebih dulu pulang ke kampung kelahirannya di Dusun Krajan, Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Tujuannya untuk mengambil celurit. Dari rumahnya ke perempatan Wonoasih, pelaku berjalan kaki. “Dari Woanoasih menuju terminal Bayuangga naik ojek,” ujar Kapolresta.

Setelah dirasa waktunya sudah tepat, Solehuddin menuju lokasi pabrik PT Tjiwulan yang merupakan tempat kerja istrinya dan pria selingkuhannya. Saat itu Solehudin naik ojek dari pangkalan terminal. Tak jauh dari pabrik, tersangka pelaku menunggu keluarnya korban. “Begitu Andriyanto keluar, pelaku langsung menyabetkan celuritnya dua kali,” kata Kapolresta.

Pelaku sempat mengejar korban yang kabur dengan sepeda motornya ke Pos Lantas. Tetapi karena mengetahui tempat kejadian ramai, Solehudin berbalik arah ke utara dengan jalan kaki.

Pelaku kemudian membuang celuritnya ke bawah truk parkir dan kabur menuju sungai. Setelah mencuci tangannya, Solehudin membuang jaket yang dipakainya ke sungai. “Tersangka lalu kabur ke arah selatan, tetapi lewat jalan lain hingga sampai ke Taman Maramis,” jelasnya.

Tersangka pelaku sempat bertemu dengan rekannya di Taman Maramis dan menceritakan apa yang telah diperbuatnya. Solehuddin kemudian minta diantar ke Polsek Kademangan untuk menyerahkan diri. Namun ia keburu tertangkap.

“Tersangka kami jerat pasal 355 karena telah melakukan penganiayaan dengan pemberatan. Ancaman hukumannya 12 tahun penjara,” tegas Kapolresta.

Dalam kasus ini polisi mengamankan barang bukti berupa satu karung plastik yang digunakan tersangka membungkus celuritnya. Satu kaos oblong hitam bergambar tengkorak dan celana jeans hitam polos. Sedangkan celurit yang digunakan pelaku untuk membacok korban, kemarin belum ditemukan. (gus/iwy)


Bagikan Artikel