Hukum & Kriminal

Laporkan Mantan Kades Sokaan


KRAKSAAN – Herry Budiawan (49) warga Kelurahan Kandang Jati Kulon Kecamatan  Kraksaan Kabupaten Probolinggo, melaporkan mantan Kades Sokaan Kecamatan Krejengan Sholehuddin, ke Polsek Kraksaan, Kamis (13/2). Herry menuding Sholehuddin melakukan tindak pidana penipuan dan menyalahi kesepakatan pinjam gadai tanah.

Herry alias Amri Rahmatullah kemarin datang ke Polsek Kraksaan dengan didampingi putranya, sekitar pukul 10.30 WIB. Ia langsung menuju ke ruang SPKT dan mengajukan pelaporan.

Herry mengatakan, dirinya sengaja melakukan pelaporan itu lantaran merasa ditipu.  Sebeb menurutnya, terlapor telah menyalahi perjanjian pinjam gadai tanah yang telah disepakati bersama. “Saya merasa ditipu, jadi saya laporkan,” ungkapnya, usai laporan.

Ia menceritakan, kejadian awal itu bermula ketika terlapor mendatangi dirinya, pada Jumat 18 Oktober 2018 lalu. Saat itu, pelaku butuh uang sebesar Rp 45 juta dan meminjam ke dirinya. Sebagai jaminan, terlapor menawarkan tanah milik ibu kandung terlapor seluas 8.630 m2. “Kami sepakat dan melakukan perjanjian bermaterai,” jelas pria berkacamata itu.

Karena tanah itu milik ibu kandung terlapor, lanjutnya, maka dalam kesepakatan itu ditandatangani oleh ibu terlapor. Sayangnya, tanda tangan itu tak diketahui oleh dirinya. Melainkan, berkas kesepakatan itu dibawa oleh terlapor ke rumahnya.

“Alasannya, ibu terlapor nggak bisa datang. Jadi terlapor bawa berkas itu. Kemudian mengembalikannya pada saya dalam kondisi sudah ditandatangani. Saya pun berikan uang berupa cek atas nama terlapor itu.” ujarnya.

Masalahnya, ketika tanah yang digadaikan itu hendak ditanami, justru dirinya diberikan tanah pancen (jaminan) milik terlapor. Alasannya, tanah yang digadaikan masih ada tanamannya. Itu pun dimaklumi Amri.

Akan tetapi setelah tanaman di tanah gadai itu panen, Amri tetap tak bisa menanaminya. Pihaknya merasa ditipu atas kejadian itu. Amri dan pihak terlapor sempat melakukan mediasi. Ibu terlapor pun mengakui bahwa tak pernah menandatangani berkas kesepakatan itu. “Sempat dilakukan mediasi dengan pihak terlapor, tetapi tidak membuahkan hasil. Jadi saya laporkan saja ke polisi biar ada jalan keluarnya,” jelas Amri.

Sementara itu, petugas SPKT Polsek Kraksaan Aipda Dadang Priyanto, membenarkan atas laporan itu. Kini pihaknya tengah memproses laporan tersebut. “Ya, laporannya sudah kami terima,” katanya.

Eks Kades Sokaan Sholehuddin sendiri sampai kemarin belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi via telepon, yang bersangkutan tidak merespon. (yek/iwy)


Bagikan Artikel