Hukum & Kriminal

Pledoi, Kadir Minta Bebas


KRAKSAAN – Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan Kabupaten Probolinggo kemarin (30/1) melanjutkan sidang kasus ijazah palsu dengan terdakwa Abdul Kadir. Sidang ini mengagendakan pledoi  atau pembelaan. Dalam pledoinya, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo nonaktif itu minta dibebaskan dari dakwaan.

Dalam kasus ini, Abdul Kadir yang terpilih melalui Pemilu Legislatif 2019, didakwa menggunakan ijazah Paket C palsu. Karena kasus ini, Abdul Kadir yang berangkat dari Partai Gerindra, kini berstatus anggota dewan non aktif.  

Selanjutnya, dalam persidangan sebelumnya, Abdul Kadir sudah mendapatkan tuntutan dari JPU (Jaksa Penuntut Umum). Dia dituntut hukuman penjara 2 tahun dan denda Rp 50 juta.

Sedangkan dalam pledoinya kemarin, Abdul Kadir melalui pengacaranya, Husnan Taufik, mengatakan bahwa tuntutan 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta merupakan tuntutan yang sangat berat. Pasalnya, ia meyakini Abdul Kadir hanya menjadi korban dari kasus ijazah palsu ini.

“Klien kami ini adalah korban yang dikorbankan. Saudara Abdul Kadir ini tidak punya kuasa untuk membuat ijazah palsu, dan pasti ada tokoh intelektualnya,” kata Husnan dalam pembacaan pledoinya, kemarin.

Masih dalam pledoinya, Husnan juga menyatakan bahwa dari sudut pandang manapun,  mengorbankan orang yang tidak bersalah merupakan perbuatan dosa. Ia meyakini, kliennya itu sama sekali tidak mengerti tata cara atau proses pembuatan ijazah tersebut.

“Menurut agama manapun, mengorbankan orang yang tidak bersalah adalah dosa besar. Apalagi dalam kasus ini, mengorbankan klien kami yang pendidikannya rendah, hanya SMP. Tidak mengerti apa-apa, lalu kemudian dijadikan terdakwa,” jelasnya.

Akibat proses hukum yang dijalani oleh kliennya itu, kini kehidupan istri/keluarga dari Abdul Kadir menjadi susah. Husnan pun berharap, majelis hakim dapat memberikan putusan yang seadil-adilnya dengan membebaskan kliennya itu.

Selain itu, ia berharap majelis hakim dapat mengembalikan harkat dan martabat dari kliennya tersebut. Sebab, dengan adanya proses hukum yang sedang dijalani oleh kliennya itu, membuat citra dari kehidupan kliennya itu kurang bagus.

“Kami mengharap majelis hakim membebaskan Abdul Kadir dan memulihkan hak dan martabatnya sebagaimana seharusnya menurut hukum,” harapnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel