Hukum & Kriminal

Buron 1,5 Tahun, Maling Sapi Didor


PROBOLINGGO – Setelah buron sekitar 1,5 tahun, akhirnya Samad Andreanto, salah seorang maling sapi milik Anom (70), ditangkap. Tersangka disergap di acara lomba balap merpati di Desa Boto, Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo, Jumat (17/1) pukul 16.45.

Senin (27/1) pukul 11.30, kasus pencurian sapi milik Anom, warga jalan Tidar Gang Masjid Kelud RT 1 RW 2, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo tersebut dirilis.

Kapolsek Kademangan Kompol Subur Toyib mengatakan, Samad Andreanto masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan berhasil ditangkap. Peristiwa pencurian sapi itu sendiri terjadi pada Kamis (30/8) tahun 2018 lalu.

Disebutkan, aksi pencurian sapi itu tertangkap CCTV yang ditempatkan di teras depan rumah Muhammad Haufi, ketua RT setempat. Pelakunya berjumlah 4 orang. Kedua tersangka Slamet dan Asmadi sudah divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) setempat. Sedang Ridho pelaku yang belum tertangkap masih diburu petugas.

Kapolsek menjelaskan, tersangka Samad bertugas masuk kandang, membuka tampar atau tali serta yang membawa sapi dari kandang ke kendaraan, yang diparkir di jalan Kelud. “Aksi pencuriannya 1,5 tahun yang lalu. Dua tersangka sudah divonis. Dan satu pelaku masih DPO,” katanya.

Kompol Subur Toyib melanjutkan, Samad ditangkap dan terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, karena mengeluarkan celurit saat hendak ditangkap. Penyergapan dilakukan, setelah petugas mendengar yang bersangkatan berada di lomba balap Merpati di Desa Boto, Kecamatan Lumbang.

Petugas yang hendak menangkap berbalik arah, setelah bersalipan dengan Samad. “Sempat kejar-kejaran. Samad berhasil ditangkap setelah ditabrak oleh petugas. Sempat mengeluarkan celurit. Makanya dilumpuhkan oleh petugas,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, tersangka Samad dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana kurungan paling lama 7 tahun penjara. Pelaku telah melakukan pencurian dengan pemberatan sapi seharga Rp 16 juta yang dipelihara Anom. “Bukan sapi pak Anom, tapi sapi saudaranya. Pak Anom hanya memelihara atau ambil gadoan,” pungkas Kapolsek.

Di hadapan kapolsek, tersangka mengaku belum pernah mencuri sapi sebelumnya. Aksi pencurian sapi di rumah Anom merupakan yang pertama kali. Samad membantah kalau hendak melawan petugas.

Tapi ia mengaku, sempat mengeluarkan celurit yang diselipkan di balik bajunya. Akan tetapi senjata tajam itu dibuang setelah mengetahui yang mengejar adalah petugas. “Ya, saya mengelurkan celurit. Tapi saya buang setelah tahu kalau yang ngejar saya itu petugas,” aku Samad ke Kapolsek. (gus/awi)


Bagikan Artikel