Hukum & Kriminal

Istri Mengaku Selingkuh, lalu Hajar Suami Hingga Kritis


KOTAANYAR – Aksi yang dilakukan Endang Sulastri (34), warga Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan benar-benar nekat. Ia menghajar suami yang ia nikahi secara siri, Isbullah Huda (44). Aksi dilakukan ketika suaminya sedang tidur pulas di rumah kontrakan yang baru mereka tempati sejak 3 hari lalu di Desa Triwungan, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Rabu (22/1).

Dari informasi yang dihimpun Koran Pantura, Endang melakukannya karena selalu cekcok dengan suaminya sejak sekitar dua pekan lalu. Cekcok terjadi setelah ia mengakui perselingkuhan yang ia jalani dengan pria lain. Percekcokan itu berlangsung sejak dua pekan lalu. Saat itu pasangan suami istri (pasutri) yang menikah secara siri itu masih tinggal di rumah kontrakan di Desa Pondokkelor, Kecamatan Paiton.

Setiap hari, Isbullah bekerja sebagai penjual sempol. Sementara Endang hanya mengurus rumah tangga. Pernikahan siri pasutri yang telah berlangsung selama belasan tahun itu, tak kunjung dikaruniai seorang putra.

Suatu ketika, Isbullah menemukan banyak kejanggalan sikap istrinya. Gelagat dan gerak-geriknya tak seperti biasanya. Cekcok selalu terjadi setiap ia pulang kerja. Isbullah menduga bahwa istrinya selingkuh. Ketika ia bertanya kepada istrinya, Endang mengakui bahwa dirinya memang menjalin hubungan dengan pria lain. Saat itu pun, Isbullah langsung naik pitam. Ia sempat memukul istrinya dan mengancamnya bakal membunuhnya.

Beberapa hari lalu, masa kontrak rumah pasutri itu habis. Mereka pindah ke Desa Triwungan. Percekcokan terus berlanjut. Pada Rabu sekitar pukul 02.00, Endang berencana membunuh suami sirinya itu.

Saat suaminya tidur pulas, Endang langsung mengambil tabung gas elpiji 3 kilogram dan melemparnya pada wajah suaminya. Tak puas, pelaku kembali memukulkan tabung itu beberapa kali ke wajah korban.

 

Endang kemudian mengambil sebilah parang yang berada di dapurnya. Benda tajam itu dilayangkan pada korban sebanyak 3 kali. Korban tak berkutik. Darah berceceran di mana-mana. Kasur tempat kejadian itu pekat bau anyir darah. Selimut yang berada di ranjang itu penuh darah yang sudah mengental.

Kapolsek Kotaanyar Iptu Agus Sumarsono mengatakan, tidak ada warga yang mengetahui aksi tersebut. Sekitar pukul 06.00, pelaku datang menyerahkan diri ke Mapolsek. Ia mengakui kesalahannya yang telah menghajar suaminya. “Saat dia menyerahkan diri, suaminya masih terkapar di rumahnya,” terangnya.

Mendengar pernyataan pelaku, pihak kepolisian langsung mendatangi rumah pelaku dan membawa korban ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. “Saat itu, kondisi korban sangat kritis. Tubuhnya penuh darah,” ungkap Iptu Agus.

Korban sempat dirawat oleh pelaku di rumahnya. Bahkan, usai melakukan itu, pelaku sempat memeluk korban dan menyesali perbuatannya. “Usai kejadian, pelaku masih sempat merawat korban di rumahnya dengan peralatan yang ada,” terang Iptu Agus.

Endang secara jujur mengakui perbuatannya. Ketika ia menghajar suaminya, ia benar-benar dikuasai oleh amarah. Karena tak mampu menahan rasa, akhirnya ia pun nekat menghajar suaminya yang telah hidup belasan tahun lamanya itu. “Iya, saya selingkuh. Saya akui ke suami saya. Kami cekcok dan terjadilah itu,” katanya singkat.

Sementara itu, Kades Triwungan Jamaluddin Joni mengatakan, usai kejadian itu dirinya langsung mendatangi lokasi dan Mapolsek. Ia juga sempat mengobrol dengan pelaku. Dari pengakuan pelaku, perselingkuhan yang dilakukannya tak hanya sekedar hubungan biasa. “Tapi pelaku dan selingkuhannya sudah melakukan hubungan intim berkali-kali,” terangnya.

Ia menduga pasutri yang baru tinggal di desanya selama 3 hari itu menjalin hubungan gelap karena menikah tanpa persetujuan orang tua. Apalagi mereka tak bisa menunjukkan akta nikah. “Mereka tinggalnya pindah-pindah. Di Triwungan baru 3 hari sampai kemudian terjadilah aksi itu,” tuturnya. (yek/eem)


Bagikan Artikel