Hukum & Kriminal

Ijazah Abdul Kadir Akan Diuji Labfor


PROBOLINGGO – Satuan Reskrim Polres Probolinggo terus memantau perkembangan sidang kasus ijazah palsu dengan terdakwa anggota DPRD Kabupaten Probolinggo non aktif Abdul Kadir. Setelah sidang itu tuntas, ijazah Paket C palsu milik Abdul Kadir akan dipinjam untuk diuji di Labfor Polda Jatim.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso mengungkapkan peminjaman barang bukti berupa ijazah milik Abdul Kadir itu guna kepentingan pengembangan kasus. Terutama untuk mengungkap jaringan pembuat ijazah palsu yang diduga melibatkan lebih dari 1 orang tersangka itu.

 “Ijazah palsu itu nati akan kami pinjam dan kirim ke Labfor Polda Jatim untuk selanjutnya diperiksa keaslian tanda tangan dan legalisirnya bersama dengan dinas terkait. Dari situ nanti akan terungkap siapa pembuat, perantara, dan bahkan yang tanda tangan akan ketahuan,” kata Kasat Reskrim, Senin (201/1).

Menurutnya, selama jalannya persidangan Abdul Kadir, pihaknya juga terus mencatat sejumlah fakta yang muncul. Misalnya, pengakuan terdakwa Kadir yang secara gamblang telah menyebut sejumlah nama terlibat dalam kasus pembuatan ijazah palsunya. Sebagaimana diketahui, ijazah Paket C palsu itu dipakai Abdul Kadir mencalonkan diri dalam Pemilu Legislatif 2019 melalui Partai Gerindra. 

“Fakta-fakta persidangan tersebut nantinya juga akan kami pakai sebagai dasar untuk penetapan tersangka-tersangka selanjutnya. Karena dalam kasus semacam ini dapat dipastikan tersangkanya tidak hanya akan ada satu orang saja, tapi bisa lebih dari itu,” lanjutnya.

Dijelaskan pula bahwa upaya ini untuk membuktikan keterlibatan tersangka lain yang nama-namanya telah disebut oleh terdakwa Abdul Kadir. Di antaranya adalah petinggi Partai Gerindra JJ dan Sekcam Sumberasih MK. Bahkan menurut AKP Rizki, tidak menutup kemungkinan akan muncul nama baru dari anggota DPRD kabupaten Probolinggo lainnya yang juga bakal dijadikan tersangka pengguna ijazah palsu.  

“Kalau sudah lengkap alat buktinya, akan lebih mudah menaikkan status mereka dari saksi menjadi tersangka. Karena itu, kami akan terus berupaya mengumpulkan alat bukti yang dibutuhkan tersebut selengkap mungkin agar keterlibatan mereka dapat dibuktikan sebagai bentuk pidana,” jelasnya.

Menurut pria asal Surabaya itu, alat bukti yang dimaksud salah satunya yakni hasil uji lab dari tim Labfor Polda Jatim. Jika terbukti ijazah itu benar palsu, pastinya akan terungkap satu persatu peran para pembuatnya. “Mulai dari otaknya, hingga pembuat dan pengguna ijazah palsu itu satu per satu akan kami gulung. Karena itu merupakan sebuah prestasi bagi pihak kepolisian,” tegasnya.

Terkait berapa lama proses uji labfor tersebut, AKP Rizki menyatakan tergantung seberapa lama proses putusan pengadilan dijatuhkan. Jika putusan atau vonis dijatuhkan oleh pengadilan negeri Kraksaan dijatuhkan hari ini, maka hari ini juga berkas ijazah itu akan dipinjam oleh penyidik untuk dikirim ke Labfor Polda.

Soal berapa lama proses uji labfor, disebutnya tidak akan lama. “Tidak lama kok,“ kata AKP Rizki. (tm/iwy) 

 


Bagikan Artikel