Hukum & Kriminal

Guru Sukwan yang Setubuhi Siswa SD Terancam Dipecat


PAITON – Kasus AY (35), seorang guru sukwan di salah satu SD di Kecamatan Paiton yang tega menyetubuhi muridnya di dalam kelas, mendapat sorotan dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo. Pelaku asal Paiton itu akan dipecat dari jabatannya.        

Kabid Pembinaan Ketenagaan pada Dipendik Kabupaten Probolinggo Sunalis mengatakan, pihaknya sudah mendengar kasus asusila yang dilakukan oleh AY. Pihaknya juga telah melakukan klarifikasi kepada koordinator wilayah kecamatan dan kepala sekolah dimana AY mengajar.

Selanjutnya, AY diyakini telah melanggar Perbup Probolinggo nomor 60 tahun 2017 tentang Pedoman Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Ulah pelaku itu sudah melampaui batas wajar dan menciderai dunia pendidikan.

“Karena masalah etika dan moral, dan melanggar Perbup nomor 66 tahun 2017, utamanya hak dan kewajiban guru tidak tetap, maka SK perpanjangan untuk GTT dimaksud akan ditahan, yang selanjutnya akan buat laporan kepada Bupati Probolinggo bahwa GTT dimaksud untuk diberhentikan,” kata Sunalis saat dikonfirmasi via telepon (19/1).

Hanya, pria asal Kecamatan Pakuniran itu tidak memastikan sejak kapan AY diangkat sebagai GTT dengan SK Bupati Probolinggo. Termasuk apakah salah satu dari 2.361 GTT yang diangkat pada 2017 lalu. “Kita cek lagi apa yang 2017 atau yang 2018. Karena 2018 ada tambahan,” ungkapnya.

Terkait proses hukum yang tengah menjerat AY, pihaknya tidak akan melakukan pendampingan. Sebab, kasus itu merupakan kasus pribadi, namun terjadi di lingkungan pendidikan dengan korban anak didik.

“Saat ini sudah ditangani polres, kami tidak akan ikut campur. Kami hormati proses hukum yang berlaku. Kami juga mengimbau kepada guru yang lain, agar menjauhi tindakan asusila dan tetap menjunjung tinggi marwah guru,” ujar pria berkumis tebal itu.

Diberitakan sebelumnya, AY diamankan oleh Unit PPA Satreskrim Polres Probolinggo pada Kamis (16/1) lalu. Guru honorer asal Kecamatan Paiton itu tega menyetubuhi  muridnya, di dalam kelas. Kelakuan bejat itu terjadi sejak korban duduk di kelas 4 hingga kelas 6. (yek/iwy)


Bagikan Artikel