Hukum & Kriminal

Guru Sukwan Setubuhi Murid SD di Kelas


PAJARAKAN – Sungguh bejat perbuatan AY (35), seorang oknum guru sukwan di sebuah SD di Paiton, Kabupaten Probolinggo. Pria asal Kecamatan Paiton itu tega mencabuli, bahkan menyetubuhi muridnya yang masih duduk di bangku kelas 6. Ironisnya, persetubuhan dilakukan AY di dalam ruang kelas ketika jam istirahat atau jam kosong.

Kejadian itu bermula sejak 2017 lalu. Saat itu tersangka AY menjadi wali kelas 4. Yang menjadi korbannya adalah Z (13), muridnya yang juga berasal dari Kecamatan Paiton. Entah apa yang merasuki guru beristri dan memiliki anak itu. Ia merayu korban dengan berbagai cara.

Rayuan itu membuat tersangka dan korban semakin dekat. Hingga kemudian, tersangka mulai melancarkan perbuatan bejatnya mencabuli korban. Biasanya, aksi tersangka dilancarkan pada jam kosong atau jam istirahat saat murid-murid pada keluar kelas.

Saat kelas itu tinggal mereka berdua, tersangka menggerayangi tubuh korban. Kali pertama, korban menolak dan melarikan diri. Namun untuk kedua dan ketiga kalinya, korban pun tak bisa beranjak lagi. Berbagai rayuan dan ancaman semakin kerap dilontarkan tersangka.

Hingga korban duduk di kelas 6, aksi tersangka semakin menjadi-jadi. Tersangka yang menjadi guru mata pelajaran IPA, makin berani melakukan perbuatan yang lebih mengerikan. Korban diperkosa saat jam istirahat di ruang kelas.

Kanit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Probolinggo Bripka Isyana Reni Antasari mengatakan, kejadian itu sudah berlangsung sejak 2017 lalu. Tapi korban tidak berani mengungkapkan kejadian yang menimpanya. Sampai kini korban duduk di kelas 6, aksi bejat tersangka semakin menggila. “Bukan dicabuli lagi, tetapi disetubuhi. Itu terbukti dari visum yang kami lakukan,” ujarnya (16/1).

Bripka Reni menjelaskan, saat masih di kelas 4, korban hanya dicabuli dan digerayangi bagian tubuhnya hingga lebih dari 4 kali. Tetapi ketika korban sudah kelas 6, tersangka yang sudah mengabdi di sekolah tersebut selama 12 tahun, justru tega menyetubuhi korban hingga 4 kali. “Persetubuhan itu dilakukan di dalam ruang kelas saat jam kosong,” ungkapnya dengan nada geram.

Kasus ini baru terungkap setelah salah seorang guru menanyakan keadaan korban. Sebab, korban sering terlihat murung dan mengalami perubahan mental secara signifikan. “Saat ditanyakan oleh salah satu guru, korban baru berani mengungkapkan. Hingga akhirnya keluarga korban tahu dan langsung melapor kepada kepolisian,” ujar Bripka Reni.

Sementara itu, tersangka AY yang sudah langsung ditahan, mengaku melakukan perbuatan bejat tersebut kepada muridnya. Namun, ia tak memberi alasan mengapa sampai tega menyetubuhi korban yang masih di bawah umur. “Saya memang dekat dengan dia sejak kelas 4,” katanya. Ia kemudian  bungkam dan tidak menjawab lagi pertanyaan Koran Pantura. (yek/iwy)


Bagikan Artikel