Hukum & Kriminal

Ditegur, Tak Terima, Mengeroyok

KRAKSAAN – Aksi pengeroyokan kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo. Kali ini di Kelurahan Sidomukti, Kota Kraksaan, Selasa (14/1) malam. Gara-garanya sepele. Lantaran pelaku tidak terima ditegur usai mengendarai motornya terlampau kencang, yang mengakibatkan genangan air tersembur ke badan seorang warga.

Pelaku adalah KS (21), warga Desa Dawuhan, Kecamatan Krejengan. Ia bersama sejumlah rekannya nekat mengeroyok Ali Imron (30), warga desa Alassumur Kulon, Kota Kraksaan yang telah menegur aksi KS.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Pantura, peristiwa pengeroyokan tersebut bermula sekitar pukul 19.30. Korban Ali Imron tengah membersihkan gorong-gorong yang tersumbat di depan rumah mantan Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Imam Suhrowardi di Kelurahan Sidomukti.
Sesaat kemudian, tersangka KS beserta sejumlah rekannya melintas dari arah utara dengan kecepatan tinggi.

Saking cepatnya, ketika sepeda motor yang dikendarai tersangka melintas dan mengenai genangan air. Cipratan genangan air tersebut melayang dan mengenai korban Ali Imron yang berada di dekatnya.

“Korban tak terima dan selanjutnya menegur tersangka, karena telah mencipratkan air padanya,” ungkap Kapolsek Kraksaan AKP Sujianto, Rabu (15/1).

Setelah ditegur, ternyata tersangka tidak terima, lantas ia berhenti untuk putar balik mendatangi korban. Di saat itulah terjadi cekcok yang berujung perkelahian di antara keduanya. Perkelahian tersebut tak berjalan lama dan berhasil dilerai oleh warga.

“Tapi sesaat kemudian tersangka yang sudah dilerai itu pergi ke arah selatan dan memanggil sejumlah rekannya yang ikut dalam gerombolannya tadi. Akhirnya terjadilah pengeroyokan pada korban yang salah satunya memukul bagian kepala korban dengan bambu hingga berdarah,” jelasnya.

Dilanjutkan mantan Kasat Sabhara Polres Probolinggo ini, setelah berhasil melukai korbannya, KS beserta gerombolannya pun coba melarikan diri dari TKP. Sejumlah pelaku berhasil melarikan diri.

Namun nahas hanya KS yang gagal melarikan diri dan jadi bulan-bulanan warga yang kesal akibat ulahnya. “Setelah mendapat laporan adanya pelaku pengeroyokan yang ditangkap warga, anggota kami langsung meluncur ke TKP dan menangkap tersangka,” katanya.

Adapun kini tersangka KS, kata AKP Sujianto, tengah diamankan dan mendekam di sel tahanan Mapolsek Kraksaan. Tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun 6 bulan penjara.

“Untuk para pelaku pengeroyokan lainnya, masih dalam pengembangan kami,” tegasnya. (tm/awi)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan