Hukum & Kriminal

Akui Kesalahan, Abdul Kadir Menyesal Tidak Sekolah

KRAKSAAN – Sidang kasus ijazah Paket C palsu dengan terdakwa anggota DPRD Kabupaten Probolinggo (non aktif) Abdul Kadir, kemarin (13/1) sudah sampai pada pemeriksaan terdakwa. Di hadapan hakim, terdakwa Abdul Kadir mengakui kesalahannya dan menyesal karena dulu tidak sekolah hingga tingkat SLTA/SMA.

Sidang kemarin tetap dipimpin langsung oleh majelis hakim yang diketuai Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan Gatot Ardian. Sedangkan terdakwa Abdul Kadir hadir dengan didampingi pengacaranya, yaitu Hosnan Taufiq.

Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan majelis hakim pada terdakwa. Hakim pun menanyakan tanggapan terdakwa atas kasus yang menjeratnya. Jawaban Abdul Kadir mengejutkan. “Saya mengakui kesalahan saya sudah melakukan hal yang tidak baik pada masyarakat. Saya juga menyesal karena dulu tidak melanjutkan sekolah hingga SMA. Jadi nggak punya ijazah SMA,” kata Kadir yang kemarin mengenakan seragam tahanan.

Namun, di balik pengakuan terdakwa, ada fakta persidangan yang muncul. Fakta persidangan itu terkait keterlibatan Ketua Partai Gerindra Kabupaten Probolinggo Jon Junaidi dalam rentetan pembuatan ijazah Paket C palsu. Abdul Kadir menjelaskan secara gamblang, bahwa Jon yang menjadi dalangnya.

Kadir menceritakan, ketika hendak mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif (pileg) 2019 lalu,  Kadir tak memiliki ijazah. Namun, Jon menawarkan untuk tidak ambil pusing atas kekurangan persyaratan itu. Yang terpenting nanti, suara Partai Gerindra harus menang di dapil 2 itu.

“Jon pernah bilang begini, daripada sekolah lagi, lebih baik bayar saja. Ijazahnya langsung jadi. Lalu, saya ikut aja. Saya sediakan uang yang dimintanya sebanyak Rp 9 juta,” ungkap Kadir. 

Sementars itu, pengacara terdakwa, yaitu Hosnan Taufiq menyampaikan, dirinya menghargai  kejujuran terdakwa. Ia berharap pihak kepolisian segera mengembangkan kasus tersebut. Terutama agar dalang dari kasus itu juga terkuak dan masyarakat tahu. “Kami menunggu (langkah) pihak kepolisian. Terdakwa sudah mengungkapkan kejujuran dan penyesalannya,” kata Hosnan. (yek/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan